PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Mengawal Pilgub Banten 2017

Head To Head Pilgub Banten : Pendidikan, Pengalaman dan Prestasi

Grafik Head To Head Calon Gubernur Banten Wahidin Halim vs Rano Karno di Bidang Pendidikan Grafik Head To Head Calon Gubernur Banten Wahidin Halim vs Rano Karno di Bidang Pendidikan

Serang, Progresnews.com -- Mendekati Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang menyisakan waktu kurang dari satu bulan, menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dalam menganalisa siapa yang pantas memegang tampuk kepemiminan di Provinsi Banten.

Kampanye Tatap Muka, sosialisasi media massa dan media sosial, serta debat kandidiat patut menjadi perhatian masyarakat untuk menentukan hak suaranya.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat terhadap dua calon Gubernur Banten periode 2017-2022, berikut, kami tampilkan track recordnya :

1. Pendidikan

Dari sisi Pendidikan, yang dimuat dalam laman KPU Banten, Wahidin Halim, mampu menyelesaikan pendidikan doktor (S3) di Universitas Padjajaran. Sementara S2 dan S1 nya di selesaikan di Universitas Satya Gama dan Universitas Indonesia. 

Sedangkan Calon Gubernur Banten nomo rurut 2, Rano Karno, hingga saat ini baru menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat Sarjana (S1) di Universitas Abdi Negara. Sementara tingkat SLTA diselesaikan Rano di SMA 6 Jakata, dan tingkat SLTP di SMP Khatolik Van Lith. 

2. Pengalaman

Disisi pengalaman, Wahidin Halim yang berpasangan dengan Andika Hazrumy, memulai karirnya di dunia pemerintahan sejak tahun 1978 sebagai Kepala Desa Pinang, kemudian dilanjutkan tahun 1981 sebagai Lurah Pinang Kotif Tangerang, dan ditahun yang sama ia didaulat sebagai Kasubdin Pajak Kotif Tangerang, serta Sekretaris Kotif Tangerang di tahun 1988.

Karir Wahidin Halim berlanjut di tahun 1991 sebagai Kabag Pembangunan Kotif Tangerang dan dilanjutkan dengan menjadi camat Tigaraksa di tahun 1993. Selang dua tahun, yakni 1995 ia dipercaya sebagai camat Ciputat, Kepala Dinas Kebersihan di tahun 1997 dan Asisten Tat Praja di tahun 1998. 

Usai memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang, Tahun 2003 Wahidin Halim dipercaya sebagai Sekda Kota Tangerang. Ditahun ini pulalah ia di daulat sebagai Walikota Tangerang selama dua periode yakni tahun 2003 hingga 2013.

Usai habis masa Jabatannya sebagai Walikota Tangerang, ia pun dipercaya 90 persen warga Tangerang sebagai perwakilan masyarakat di DPR RI, sebagai Wakil Ketua Komisi II. Dan Jika diakumulasi, pengalaman Wahidin Halim di pemerintahan sebanyak 38 tahun.

Sedangkan, Calon Gubernur Rano Karno, mengawali karirnya politiknya sebagai Anggota MPR RI di tahun 1997-2002. Kemudian menjadi Duta Unicef di tahun 2002 dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang untuk periode 2008-2013. 

Sebelum masa jabatannya habis sebagai Wakil bupati Tangerang, Rano Karno bersama Ratu Atut Choisiyah memenangkan kontestasi Pilgub Banten dan menjadi Wakil Gubernur Provinsi Banten Periode 2012-2017. Di tahun 2016, ia menjalankan sisa masa jabatan Gubernur Banten yang ditinggalkan Ratu Atut Choisiyah.

Pengalaman Rano Karno sebenarnya cukup banyak, namun itu tidak berkaitan dengan pemerintahan. Ia lebih banyak berkarir di dunia hiburan, baik sebagai Aktor maupun Sutradara di sebuah film.

3. Prestasi dan Penghargaan

Dari sisi prestasi, dua calon Gubernur Banten periode 2017-2022 sangat terlihat timpang.Hal ini merupakan konseksuensi dari perbedaan pengalaman yang cukup signifikan antara Wahidin Haim dan Rano Karno.

Di Tahun 2003, mengawali masa kepemimpinannya sebagai Walikota Tangerang, Calon Gubernur yang didukung 7 partai politik Wahidin Halim langsung meraih penghargaa Pelayanan Publik terbaik kantor KPMP Tingkat Nasional.

Tahun berikutnya 2006, sedikitnya 3 peghargaan bergengsi didapat Wahidin Halim, yaitu, Piala Chitra Bhakti Abdi Negara dari presiden SBY untuk pelayanan publik terbaik Tingkat, Lencana Dharma Bhakti bidang Kepramukaan Tingkat Nasional dan Men’s Obession Award dari majalah bisnis untuk bidang pemerintahan dan pelayanan publik Tingkat Nasional.

Kemudian, ditahun 2007-2008, Wahidin Halim menyabet Pengelolaan Perumahan terbaik Tingkat Nasional, Pengelolaan Website Pemda terbaik Tingkat Nasional, Lencana Bhakti bidang Pendidikan Tingkat Nasional, dan Piagam Langit Biru Kota.

‚ÄčTahun 2009, Calon Gubernur nomor urut satu ini meraih penghargaan, Piala adipura, serta Best Effort Untuk Program Adipura Kota Tangerang dan Penghargaan Amal Bhakti dari Kementerian Agama RI Atas Kepedulian Pemkot Tangerang Terhadap Perkembangan Pendidikan Agama di Daerahnya

Tahun 2010, Ksatria Bhakti Husada Kartika Tingkat Nasinal, Rangking ke-3 Kelulusan UN SMA/SMK/MA tingkat Nasional dan Piala Adipura untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional.

Tahun 2011, Wahidin Halim memborong penghargaan diantaranya Upakarti Madya I Tingkat Nasional dari Wapres, Kota Sehat Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional, Layanan Pengadaan Secara Eloktronik (LPSE) terbaik se-indonesia, Penghargaan Information and Communication Technology (ICT) Tingkat Nasional dari menteri Kominfo RI, Penghargaan Sarana Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari Kementrian Lingkungan Hidup, Penghargaan Adhiwiyata dan Penghargaan Kota Terbersih urutan ke 3 untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional

Tahun 2012-2013, Adik dari mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda ini memperoleh Penghargaan Kinerja Otonomi Daerah Terbaik Tingkat Nasional, Inovative Goverment Award Tingkat Nasional, Penghargaan E-Procurement Award Tingkat Nasional Kategori User Suport performent, Penghargaan Bidang Ekonomi Kreatif Penghargaan Baksyacaraka Tingkat Nasional dan Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih Se-Indonesia selama dua tahun berturut-turut.

Yang patut dibanggakan oleh masyarakat Banten, Wahidin Halim ternyata menjadi satu-satunya Walikota yang memperoleh penghargaan sebagai Kepala Daerah dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik Se-Indonesia dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 8 kali berturut-turut yakni 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014.

Sedangkan, Rano Karno yang saat ini berpasangan dengan Embay Mulya Syarief, seperti dilansir dari laman KPU, lebih banyak memperoleh penghargaan bukan dari bidang pemerintahan melainkan keartisannya.

Misalnya tahun 1974, Rano berhasil mendapat penghargaan Aktor Harapan 1 Best Actor Persatuan Wartawan Indonesai (PWI), yang sebelumnya di tahun 1973 memperoleh penghargaan Best Child Actor Festival Film Asia (FFA).

Kemdudian, Tahun 1974, Rano mendapat Pemain Film Anka Terbaik Festival Film Indonesia (FFI), Nominasi Aktor Film "Ranjau Ranjau Cinta" Festival Film Indonesia (FFI) di tahun 1985 dan Nominasi Aktor Film "Yang" Festival Film Indonesia (FFI) 1984, serta Nominasi Aktor Film "Airin" Festival Film Indonesia (FFI) 1987

Tahun berikutnya 1991, ia didaulat sebagai Aktor Utama Terbaik Film "Taksi" Festival Film Indonesia (FFI) dan masuk dalam Nominasi Aktor Film "Kuberikan Segalanya" Festival Film Indonesia (FFI) ditahun 1992.

Dibidang Pemerintahan, tercata Rano hanya memiliki 7 penghargaan, yakni Penghargaan BP2N Dewan Film Nasional 1 di tahun 1997, Bintang Drama Pria Terfavorit Panasonic Award 1997, Tokoh Inspiratif C&R sebagai Artis Pertama yang menjadi Gubernur Majalah 2016, Kenala Daerah Inovatif Kategori Pembangunan Infrastruktur Koran Sindo, Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Peduli Kwartir Daerah Presiden RI 2016, Lencana Melati Gerakan Pramuka Presiden RI 2016 dan Anugerah Aksara Utama Pemerintah RI 2015. (Red)

Komentar

Terpopuler