Kode Etik Pedoman Jurnalis, Pidana Incar Wartawan

Fokus Grup Discussion (FGD) yang digelar PWI Banten pada di hotel Horison Ultima Ratu (13/4) kemarin Fokus Grup Discussion (FGD) yang digelar PWI Banten pada di hotel Horison Ultima Ratu (13/4) kemarin

Serang, Progresnews.com -- Wartawan sudah menjadi kewajiban untuk menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme yang tertuang dalam kode etik jurnalis. Namun belakangan, masih saja ada wartawan yang meskipun telah mentaati kode etika tersebut tetap saja terancam dengan hukuman penjara.

Hal dikatakan oleh Ilham Bintang,Ketua Dewan kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat. Saat menjadi narasumber Fokus Grup Discussion (FGD) yang digelar PWI Banten pada di hotel Horison Ultima Ratu (13/4) kemarin, "Wartawan bekerja mentaati kode etik saja bisa dipenjara. Apalagi tidak taat kode etik, "ujar Ilham Bintang.

Karenanya dia berharap, jurnalis harus melakukan cek n ricek terhadap apa yang akan ditulis dan disebarkan melalui karya jurnalistiknya. Wartawan harus tetap mengacu pada UU No 40 tentang Pers tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. " Kalau mau aman. Kita bermain dalam kode etik saja. Saya yakin, kita akan aman dalam bekerja," aku Bintang.


Sementara itu, Agus Sudibyo Ketua Jaringan Masyarakat Anti Hoax Indonesia (JAWARAH) mengatakan. Insan pers tidak menjadikan Hoax sumber berita, dan juga menjadikan Hoax sebagai referensi berita yang tidak bisa di pertanggungjawabkan.

"Jurnalis jangan jadi follower hoax. Dengan kita ikut menyebarkan hoax, menjadi sumber berita," katanya kepada peserta yang hadir. (Red)

Loading...
Komentar