Siapkan Pelantikan Edi, Pemkot Cilegon Tunggu Surat Pemberhentian Iman Ariyadi

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi (tengah) menggunakan rompi tahanan, berjalan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (24/9). Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi (tengah) menggunakan rompi tahanan, berjalan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (24/9).

Progresnews.com, Cilegon -- Edi Ariadi nampaknya akan segera dilantik menjadi Walikota Cilegon definitif usai putusan inkracht KPK atas kasus korupsi yang dilakukan oleh Walikota Cilegon Non Aktif Iman Ariyadi. Saat ini, Pemkot Cilegon melalui Bagian Pemerintahan tinggal menunggu surat dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) perihal pemberhentian Iman.

Asisten Daerah (Asda) I Cilegon, Taufiqurrohman menyatakan, saat ini pihaknya sedang mengurus perihal pelantikan Edi Ariadi setelah Iman diputuskan inkrach. Kata dia, memang dalam alur pelantikan cukup panjang.

"Setelah diputuskan inkrach dari pengadilan kan menunggu surat pemberhentian dulu dari Kemendagri. Kita juga sudah koordinasi dengan Biro Pemerintahan di Pemprov Banten dan Kemendagri soal pengurusan pelantikan Pak Edi Ariadi ini,” katanya, Kamis (18/10/).

Meski dipastikan akan segera melantik Edi menjadi Walikota, namun Taufiq belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan, karena belum ada kepastian soal surat pemberhentian dari Kemendagri akan diterima.

“Yang bikin lama ini kan dari meja ke meja. Ya mudah-mudahan paling lambat Desember 2018 Pak Edi bisa dilantik menjadi definitif,” terangnya.



Selanjutnya kata Taufiq, setelah mendapatkan surat pemberhentian dari Kemendagri, barulah akan dilaksanakan Rapat Paripurna Istimewa pelantikan, “Itu yang menyelenggarakan di DPRD Cilegon. Nanti yang melantik Gubernur Banten sebagai perwakilan Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Untuk diketahui, Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi resmi menyandang status terpidana usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengurungkan langkah kasasi atas vonis banding perkara suap izin pembangunan Transmart, Kota Cilegon, sebesar Rp1,5 miliar itu.

Vonis atas Iman Ariyadi di Pengadilan Tipikor Serang dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Iman Ariyadi dinyatakan bersalah dan divonis enam tahun penjara serta denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementara, untuk tuntutan pencabutan hak politik dalam jabatan publik selama lima tahun tidak dikabulkan oleh majelis hakim, “Kalau sudah inkracht, sudah bisa (Iman Ariyadi-red) diberhentikan dari jabatannya,” jelas kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Serang Efiyanto, Selasa (16/10) kemarin. (Red)

Loading...
Komentar