Terekam Kamera Saat Berikan Amplop, Rano Karno Terancam Didiskualifikasi

Tim Advokasi Wahidin Halim-Andika menunjukan tayangan video saat Rano Karno menjenguk pasien di RSUD Banten, Senin, 21 November 2016 Tim Advokasi Wahidin Halim-Andika menunjukan tayangan video saat Rano Karno menjenguk pasien di RSUD Banten, Senin, 21 November 2016

Serang, Progresnews.com – Dalam video yang diputar di Bawaslu, Rano Karno terlihat sedang memberikan sebuah amplop yang diduga berisi uang kepada salah satu pasien, saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Rano pun terancan didiskualifikasi dari pencalonannya sebagai Gubernur.

"Di video itu, Pak Rano ngasih amplop kepada keluarga pasien sambil bilang 'nih buat makan'. Patut diduga itu adalah uang, masa iya daun buat makan," kata Tim Advokasi WH-Andika, Ramdan Alamsyah didampingi Ferry Renaldi usai memberikan laporan di Kantor Bawaslu Banten, Rabu (23/11)

Ramdan yang merupakan pengacara artis Ahmad Dhani itu mengungkapkan, pemberian amplop dan ucapan 'Nih Buat Makan' merupakan hal yang harus ditindaklanjuti oleh Bawaslu untuk mencari bukti tambahan dugaan money politic.

Saat memberi laporan, Ramdan membawa bukti rekaman video Rano Karno yang diputar menggunakan layar televisi di kantor Bawaslu. Ia menunjukkan momen di saat Rano Karno memberikan amplop kepada orang tua pasien.

"Sesuai dengan PKPU Nomor 10 tahun 2012, ancamannya itu bisa didiskualifikasi," ujarnya. (Baca Juga : Diduga Bagi-bagi Uang Di RSUD, Rano Karno Terancam Pidana Penjara)

Ramdan mendorong Bawaslu Banten agar tidak takut dalam menegakkan hukum terhadap temuan-temuan pelanggaran di Pilkada Banten.

"Kami yakini, Bawaslu tidak takut kepada Rano Karno, Artinya butuh ketegasan dari Bawaslu. Jalau seperti ini berlarut-larut, jangan bermimpi Banten akan menjadi provinsi yang maju," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Banten, Pramono U Tanthowi berjanji pihaknya akan segera mendalami dan menindak-lanjuti laporan tersebut. Bawaslu juga akan segera memanggil beberapa pihak yang terkait dalam kegiatan itu.

Baca Juga : Rano Diduga Kampanye Terselubung, Kepala RSUD : Saya Enggak Ada Di Kantor

"Termasuk Pak Ranonya akan kami panggil. Pada waktu itu, ada tim dari kita juga yang memantau kegiatan tersebut. Semua pihak yang ada di situ pasti akan dipanggil," katanya.

Sebelumnya, rano Karno diduga melakukan money politic saat melakukan kunjungan ke RSUD Banten, , Senin (21/11) lalu. Dalam kunjungannya itu, Rano memberikan bingkisan dan amplop yang diduga berisi uang. (Red)

Loading...
Komentar