Derita Lumpuh Berkepanjangan, Madumar Segera Dapat Kepastian

Madumar (60) warga kelurahan Gelam Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tergeletak tak berdaya di rumahnya akibat lumpuh (Doc : Red) Madumar (60) warga kelurahan Gelam Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tergeletak tak berdaya di rumahnya akibat lumpuh (Doc : Red)

Serang, Progresnews.com - Madumar (60) warga kelurahan Gelam Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tergeletak tak berdaya di rumahnya akibat kelumpuhan yang dideritanya. Ia mengalami lumpuh sejak enam tahun lalu.

Kelumpuhan yang dideritanya itu bermula saat dirinya mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Serang dengan tujuan membuat e-KTP. Dengan niat ingin menjadi warga negara yang baik. Nahas ditengah perjalanan, Maduman mengalami kecelakaan hebat. Mobil yang dibawanya jatuh dan terbalik. Kecelakaan itu pun tak bisa ia hindari.

Peristiwa kecelakaan di jalan tol Tangerang - Merak itu mengakibatkan tulang belakangnya tak lagi kuat menahan tubuhnya, hingga membuat Madumar terus berbaring ditempat tidurnya.

Peristiwa itu dituturkan oleh istri Madumar, Rabuah. Ia menuturkan bahwa sang suami ketika kecelakaan terjadi, tubuh Madumar sempat terinjak-injak hingga mengalami patah punggung. Perusahaan tempatnya bekerja sempat mengurus biaya pengobatan Madumar.

“Waktu itu, suami saya sempat terinjak-injak dan punggungnya patah. Pihak perusahaan memang sempat mengurus rawat inap di rumah sakit, leher suami pun diberi penyangga. Tapi perawatan tidak berlangsung lama, sebulan setelah itu suami dibawa pulang,” kisah Rabuah ketika ditemui Camat Cipocok Jaya, Imam Darmawan, saat berkunjung kebrumahnya, Senin (21/3).

Perawatan yang didapat suaminya, lanjut Rabuah, dialami pada tahun 2011. Sejak itu pula, suaminya tidak lagi mendapatkan perawatan yang memadai. Ia mengatakan Dinas Sosial Kota Serang pernah mendatangi kediamannya untuk mendata, tapi data hanya jadi tumpukan kertas, kabar pun tidak kunjung tiba.

“Saya pasrah dengan kondisi ini. Sekarang tinggal diurus saja yang benar. Alhamdulillah, makan masih teratur walaupun sedikit demi sedikit. Kalau mau mandi, ya saya gotong ke kamar mandi. Kadang dilap-lap badannya,” tuturnya dengan wajah pasrah.

Tak sampai di situ, derita keluarga Madumar terus berlanjut, anak kelimanya yang bernama Junaedi (19) pun mengalami sakit berkepanjangan, penglihatan matanya hilang sejak Junaedi berumur 7 tahun.

Ketika itu, Junaedi mengalami demam tak wajar. Rabuah berinisiatif untuk membawa ke rumah sakit, tak ada perkembangan berarti dari derita buah hatinya itu, yang terjadi justru sebaliknya, mata Junaedi semakin menyusut dan pihak rumah sakit tak mampu mengambil tindakan lebih lanjut.

“Dari situ anak saya penglihatannya hilang. Sekarang aktivitasnya seperti orang biasa, bergaul, pergi ke masjid dan mengaji. Hobi anak saya ngaji,” jelasnya seraya terus menatap sang suami yang tergeletak.

Dengan biaya seadanya, Rabuah merawat suami dan buah hatinya itu daru hasil pekerjaannya membantu para tetangga. Orang-orang di sekitar rumahnya itu kerap memakai tenaganya untuk membantu membereskan pekerjaan rumah.

Untuk menambah penghasilan demi menghidupi keluarganya, Rabuah juga kerap dimintai bantuan untuk menanam padi di sawah ketika musim tanam datang. Dari hasil kerja kerasnya itu, ia gunakan untuk membiayai perawatan suami dan buah hatinya. Selain juga untuk makan sehari-hari.

Camat Cipocok Jaya, Kota Serang Imam Darmawan mengatakan, musibah seperti ini seharusnya segera mendapat perhatian khusus, karena niat Madumar melakukan perjalanan ke Kota Serang pada waktu itu ingin membuat KTP. Niat itu harus diapresiasi sebagai warga negara yang taat akan aturan pemerintah.

“Saya sebagai Camat merasa bertanggungjawab atas hal ini. Dalam seminggu ke depan, kami akan urus Madumar untuk mendapat jaminan kesehatan BPJS. Mudah-mudahan setelah mendapat perawatan kondisinya bisa membaik,” ujarnya saat dimintai keterangan usai mengunjungi kediaman Madumar.

Imam memberi kepastian, jika nanti keluarga Madumar kesulitan mendapat kartu BPJS, ia yang akan turun langsung membuat surat rekomendasi khusus agar kesulitan bisa ditangani dengan cepat. Upaya ini dilakukan agar Madumar segera ditangani dan mendapat perawatan intensif.

“Upaya ini agar Madumar bisa mendapat perhatian dan perawatan yang layak. Saya sudah perintahkan ke seluruh Lurah di lingkungan Kecamatan Cipocok Jaya agar segera melaporkan jika ada warga yang mengalami busung lapar, gizi buruk dan penyakit-penyakit yang tidak bisa ditangani. Jangan sampai masyarakat yang seperti itu terjadi di banyak tempat," pungkasnya. (Iqbal/PN06)

Loading...
Komentar