Smartphone Jadi Biang Kerok Orang Tua Tambah Stres

Smartphone menjadi salah satu penyebab distraksi dan stres pada orang tua Smartphone menjadi salah satu penyebab distraksi dan stres pada orang tua

Serang, progresnews.com – Kemunculan tekhnologi baru seperti smartphone, nyatanya menjadi sumber distraksi dan penyebab stres yang besar, bagi para orang tua.

Berdasarkan hasil studi mengemuka, bahwa dari sekelompok orang tua yang diberikan pertanyaan secara mendetail tentang pendapat mereka setelah menggunakan teknologi, mereka menjawab bahwa banyak konflik internal tentang bagaimana alat tersebut mengubah hidup mereka.

"Setiap ada teknologi baru yang diperkenalkan, hal tersebut cukup mengganggu, yang dalam hal ini sama seperti bagaimana sebuah keluarga rasakan saat kemunculan TV atau telepon," ujar pemimpin studi Dr Jenny Radesky, seorang peneliti pediatrik di C.S Mott Children's Hospital milik University of Michigan di Ann Arbor.

Khusus untuk gadegt, para peneliti melakukan wawancara mendalam kepada 35 orang yang terdiri dari ibu, ayah dan nenek. Hal itu dilkaukan untuk lebih mengetahui bagaimana perasaan orang tua terhadap gadget.

Dari hasil pertanyaan yang diajukan tersebut, peneliti menyampaikan, meski banyak partisipan yang tetap memegang gadget saat menghabiskan waktu bersama anak-anak selama berjam-jam di rumah, namun mereka juga merasa tertekan karena harus tetap responsif menanggapi email dari pekerjaan selama bermain dengan sang buah hati.



"Ini adalah takut tidak relevan dalam karir profesional Anda," kata salah seorang ayah dengan satu anak dalam survei.

Semakin banyak notifikasi yang muncul di layar smartphone, semakin sedikit perhatian orang tua kepada anak. Kemudian, saat anak bertingkah untuk mendapat perhatian,orang tua justru membentak mereka.

Meski disebt sebagai salah satu penyebab munculnya stres bagi orang tua, gadget tersebut juga bisa memberikan sedikit pelarian, seperti dengan bermain video game atau bercengkerama dengan teman-teman di media sosial. "Ini adalah salah satu bentuk pelarian diri, namun saya yakin ini tak sehat dan akhirnya menjadi semacam konflik bagi saya," tukas seorang ibu.

Permasalahannya justru  terletak pada orang tua yang tak bisa fokus pada gadget atau anak-anak sekaligus. 

"Generasi yang lebih muda percaya bahwa mereka bisa multitasking, melakukan sesuatu berbarengan, padahal itu tak benar," ujar Larry Rosen, profesor emeritus di California State University, Dominguez Hills.

Begitu mereka menyadarinya, hal itu menambah lapisan stres mereka dalam hal membesarkan anak.

"Begitu banyak dari kehidupan mereka yang terkandung dalam perangkat ini, seperti pekerjaan, persahabatan, berita dunia, banyak informasi, sehingga mereka memberikan respon lebih kognitif dan emosional dalam menanggapi penelitian ini. Tentunya bukan hal yang mudah untuk menyeimbangkan keduanya," kata Radesky. (Red)

Loading...
Komentar