Kuasa Usaha Rusia Roman Babushkin pada hari Rabu menggarisbawahi signifikansi global dari pertemuan terkini antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan menyebutnya “bersejarah” dan “mengubah permainan”.

Ia juga menyatakan bahwa Rusia memiliki pandangan yang sama dengan India mengenai masalah warga negara India yang bekerja sebagai staf pendukung di tentara Rusia, dan bahwa Rusia berharap dapat menyelesaikannya segera.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah laporan yang menunjukkan bahwa Rusia secara luas mengindahkan seruan India untuk mengakhiri perekrutan warga India sebagai staf pendukung militer Rusia dan memastikan kembalinya mereka yang masih beroperasi di kepolisian, setelah PM Modi mengangkat masalah tersebut dengan Putin selama pembicaraan mereka pada hari Senin.

Babushkin mencatat bahwa kunjungan PM Modi ke Moskow “disaksikan oleh seluruh dunia,” dan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai peristiwa penting antara “dua kekuatan lokal yang independen.” Ia menambahkan bahwa fokus pembicaraan mereka adalah pada perluasan hubungan perdagangan dan ekonomi India-Rusia.

Ia juga menyatakan bahwa hasil utama dari pertemuan tersebut adalah keputusan untuk membangun sistem pembayaran bilateral menggunakan mata uang nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk membina kawasan yang damai dan stabil, dengan fokus pada kerja sama di sektor-sektor yang sedang berkembang dan masa depan.

Penawaran meriah

Modi melakukan kunjungan dua hari ke Moskow dari tanggal 9 hingga 10 Juli. Ia berjalan di atas tali diplomatik yang ketat, dengan mengatakan kepada Putin bahwa “solusi (untuk konflik apa pun) tidak dapat ditemukan di medan perang”. Pada saat yang sama, Modi menggarisbawahi bahwa keduanya telah melakukan pertukaran pendapat yang “terus terang” tentang Ukraina dan ia telah merasakan adanya “cara berpikir yang baru”.

Dalam pernyataan bersama, India dan Rusia mengutuk serangan teror di Jammu dan Kashmir, Dagestan dan Moskow dan juga menyebutkan penetapan target perdagangan bilateral sebesar USD 100 miliar pada tahun 2030.



Sumber