Seorang wanita yang didakwa melakukan tindak pidana di Dubai setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga telah kembali ke Irlandia.

Tori Towey, 28, menghadapi dakwaan termasuk percobaan bunuh diri dan mengonsumsi alkohol serta paspornya dihancurkan.

Kasusnya mendorong intervensi oleh Taoiseach (Perdana Menteri Irlandia) Simon Harris awal minggu ini setelah diangkat di Dáil (majelis rendah parlemen Irlandia).

Radha Stirling, seorang pengacara dan pembela hak asasi manusia yang mengelola kelompok Detained in Dubai, mengatakan bahwa Ms Towey mengatakan di media sosial “dia sudah pulang”.

Penerbangan dari Dubai mendarat di Dublin pada pukul 12:21 waktu setempat.

Ibu Towey, dari Daerah Roscommon, bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ketika dia didakwa melakukan percobaan bunuh diri dan mengonsumsi alkohol.

Polisi di UEA mencabut tuduhan tersebut terhadapnya pada hari Rabu dan larangan bepergian dicabut.

Kasusnya menarik perhatian di Irlandia ketika diangkat di Dáil oleh pemimpin Sinn Féin Mary Lou McDonald.

Tn. Harris mengatakan perlakuan yang diterimanya “sama sekali tidak dapat diterima”.

Claire Kerrane, seorang Anggota Parlemen Sinn Féin dari Roscommon, mengatakan dia telah berbicara dengan Ibu Towey.

“Dia ingin pulang ke County Roscommon dan beristirahat. Saya meminta media untuk menghormati privasinya, dia akan berbicara ketika dia siap,” katanya. ditulis pada Xsebelumnya Twitter.

Ibu Kerrane berharap media akan menghormati hal itu dan Ibu Towey “akan diberi ruang”.

Sumber