Universitas McGill mengatakan kampus pusat kotanya ditutup pada hari Rabu karena sedang membongkar perkemahan pro-Palestina di lapangan bawah.

“Perkemahan itu merupakan lokasi risiko kesehatan dan keselamatan yang sangat besar yang terus meningkat dalam cakupan dan tingkat keparahannya,” tulis universitas tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pejabat sekolah mengatakan mereka memutuskan untuk membongkar kamp tersebut karena para pejabat, termasuk polisi dan pemadam kebakaran, tidak diberi akses ke kamp tersebut.

“McGill akan selalu mendukung hak untuk berekspresi dan berkumpul secara bebas dalam batasan hukum dan kebijakan yang menjaga kita semua tetap aman,” kata Deep Saini, presiden dan wakil rektor universitas tersebut. “Namun, berbagai peristiwa terkini jauh melampaui sekadar protes damai dan telah menghambat pertukaran pandangan dan ide yang saling menghormati yang sangat penting bagi misi Universitas dan rasa kebersamaan kita.”

Kepolisian Montreal (SPVM) mengonfirmasi pihaknya berada di sekolah untuk mengawasi operasi tersebut.

“McGill menyewa badan keamanan swasta untuk membubarkan perkemahan tersebut,” jelas Jean-Pierre Brabant, juru bicara kepolisian Montreal, seraya menambahkan bahwa pasukan tersebut tidak bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa surat pengusiran telah dikeluarkan oleh lembaga tersebut, dan sebagian orang telah meninggalkan lokasi tersebut.

Sementara itu, McGill meminta para mahasiswa, fakultas, dan staf untuk menghindari area tersebut.

“Kelas yang biasanya diadakan di kampus pusat kota akan dipindahkan secara daring mulai hari ini,” demikian pernyataan tersebut. “Kami meminta para instruktur untuk segera memberi tahu para siswanya.”

Selain itu, perpustakaan dan tempat penitipan anak ditutup.

Kampus juga terlarang untuk umum, dan semua acara, program, dan kegiatan musim panas dibatalkan.

Sumber