Poin-poin Utama
  • Polisi Wilayah Utara memberlakukan jam malam dengan harapan dapat menurunkan aktivitas kriminal di daerah tersebut.
  • Ini berlaku bagi penduduk dan pengunjung Alice Springs.
  • Mereka yang mencari perawatan medis atau siapa pun yang memiliki urusan sah di area tersebut akan tetap diberikan akses ke zona yang diblokir.
Warga Alice Springs bangun setelah malam pertama jam malam yang diharapkan pihak berwenang akan mengurangi kejahatan dan meningkatkan keamanan masyarakat.
Kepolisian Wilayah Utara mengeluarkan deklarasi gangguan sosial publik selama tiga malam pada hari Senin untuk beberapa wilayah kota dari pukul 10 malam hingga pukul 6 pagi.
Peristiwa ini terjadi setelah perkelahian yang melibatkan 80 orang, serangan pisau terhadap seorang wanita berusia 42 tahun, perampokan di sebuah stasiun layanan, dan penyerangan terhadap empat petugas polisi yang sedang tidak bertugas pada akhir pekan.

Jam malam akan diberlakukan di pusat kota antara Anzac Hill, Rumah Sakit Alice Springs, Stuart Highway, dan Leichhardt Terrace, yang membentang di sepanjang Sungai Todd.

Ini berlaku untuk semua penduduk dan pengunjung Alice Springs.
Orang-orang yang memiliki urusan sah di area tersebut, seperti bekerja atau menghadiri suatu acara, dan mereka yang mencari keselamatan atau perawatan medis akan diizinkan memasuki zona tersebut.
Hal ini terjadi saat perayaan minggu NAIDOC dimulai di kota berpenduduk sekitar 25.000 jiwa, yang menarik sekitar 5.000 pengunjung dari seluruh NT, Australia Barat, dan Australia Selatan.
Pernyataan darurat dibuat dengan menggunakan undang-undang baru yang disahkan oleh parlemen Wilayah pada bulan Mei yang memungkinkan komisaris polisi memberlakukan jam malam tiga hari yang dapat diperpanjang hingga tujuh hari jika menteri polisi menyetujuinya.

Jam malam untuk semua orang ini menyusul jam malam tiga minggu yang melarang siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun dari pusat kota antara pukul 6 sore dan 6 pagi menyusul serangkaian perkelahian liar pada bulan Maret.

Sumber