Dalam dunia mobil klasik, hanya sedikit orang yang memiliki pengetahuan ensiklopedis dan hasrat tulus terhadap mobil sebelum Perang Dunia Pertama seperti Evan Ide. Muncul sesekali dalam serial televisi populer “Chasing Classic Cars,” Evan adalah sosok yang benar-benar ahli dalam hal kendaraan antik yang mengingatkan kembali pada masa-masa awal inovasi otomotif. Namun, keahlian Evan Ide tidak hanya terbatas pada layar televisi saja; ia menyandang gelar terhormat sebagai Spesialis Senior di Bonhams Auctions, sebuah perusahaan terkemuka di bidang seni rupa dan mobil klasik. Perjalanan Evan Ide merupakan bukti daya tarik abadi mobil klasik dan kerja tak kenal lelah dari individu yang mendedikasikan hidupnya untuk mesin abadi ini. Kisahnya penuh dengan keahlian, semangat, dan rasa hormat yang mendalam terhadap akar industri otomotif.

Kehadiran Evan Ide di “Chasing Classic Cars” memiliki banyak aspek dan dinamis. Dalam serial televisi yang dicintai ini, ia dengan mulus berperan sebagai pakar terkemuka dan pemilik mobil klasik yang bersemangat, membuat kontribusinya pada acara tersebut semakin menarik.

Sebagai seorang ahli, pengetahuan mendalam dan kecintaan Evan terhadap mobil antik terpancar di setiap episode. Miliknya kekayaan keahlian, khususnya di bidang mobil sebelum Perang Dunia Pertama, menambah lapisan berharga dalam eksplorasi pertunjukan mobil ikonik. Baik itu mengidentifikasi kendaraan langka dan penting secara historis, menawarkan wawasan tentang restorasi kendaraan, atau berbagi cerita menarik tentang masa lalu, kontribusi Evan telah menjadi bagian integral dari pesona pertunjukan.

Dalam kehidupan pribadinya, dia mengumpulkan koleksi permata antik yang luar biasa, meskipun sebagian besar tidak diketahui publik. Di antara barang-barang berharganya, terdapat Revere-Duesenberg tahun 1920, Maserati 8C-3000 tahun 1933, dan Armstrong Hybrid tahun 1896. Revere-Duesenberg tahun 1920, khususnya, telah terkenal di “Chasing Classic Cars”, menawarkan kepada pemirsa gambaran sekilas tentang harta karun yang tersembunyi di garasi Evan.

Dia dengan murah hati membagikan antusiasme dan pengetahuannya kepada dunia melalui karyanya Saluran Youtube, di mana ia memamerkan koleksinya yang luas. Maserati 8C-3000 tahun 1933 dan Armstrong Hybrid tahun 1896 menjadi sorotan pada platform ini, memungkinkan para penggemar dan pemirsa untuk menyelami lebih dalam dunia otomotif Evan dan menikmati keindahan mesin yang luar biasa ini.

Evan Ide telah menjadi bagian integral dari Bonham Lelang selama lebih dari 15 tahun, saat ini menyandang gelar Spesialis Senior. Dengan gelar di bidang seni rupa dan pelatihan museum ekstensif dari Universitas New Hampshire, ia awalnya menjabat sebagai Kurator sebelum menjadi Wali Amanat di Larz Anderson Auto Museum di Brookline, Massachusetts. Seorang penulis ulung, Evan telah menulis beberapa buku, termasuk “Packard Motor Car Company”, dan berkontribusi pada “The Stewardship of Historically Important Automobiles.” Ia juga menjabat sebagai penasihat koleksi museum bergengsi di seluruh dunia.

Keahlian Evan meluas ke semua mobil, khususnya merek Amerika sebelum perang. Dia tidak hanya berperan sebagai spesialis, tetapi juga merupakan pemulih pemenang penghargaan yang memiliki bengkelnya sendiri di Massachusetts. Kapasitas gandanya sebagai spesialis dan insinyur memberikan wawasan yang sangat berharga bagi klien.

Sebagai penggemar berat otomotif, Evan aktif berpartisipasi dalam berbagai tur dan rapat umum sepanjang tahun. Koleksi pribadinya menampilkan permata antik seperti Bugatti T44 Roadster tahun 1928, Lancia Lambda tahun 1927, dan Nash Healey LeMans Coupe tahun 1953. Perpaduan antara pengalaman langsung dan pengetahuan mendalam menjadikannya aset yang sangat berharga bagi Bonhams dan dunia otomotif.Top of Form

“Mengejar Mobil Klasik” adalah serial televisi tercinta yang memikat penonton di seluruh dunia sejak penayangan perdananya pada tahun 2008. Dipandu oleh Wayne Carini yang ramah dan berpengetahuan, acara ini membawa pemirsa pada perjalanan memukau ke dunia mobil vintage dan klasik yang menakjubkan.

Pada intinya, “Chasing Classic Cars” adalah perayaan atas daya tarik abadi mobil klasik, dan semangat yang dicurahkan oleh para penggemar dan kolektor terhadap mesin yang luar biasa ini. Format acaranya berkisar pada petualangan Wayne Carini saat ia melintasi dunia untuk mengejar kendaraan langka, berharga, dan penting secara historis. Pandangannya yang tajam dan pemahamannya yang mendalam tentang mobil klasik menjadikannya panduan sempurna bagi pemirsa acara tersebut.

Salah satu aspek menonjol dari “Mengejar Mobil Klasik” adalah dedikasinya dalam bercerita. Di luar seluk-beluk mekanis restorasi mobil dan kegembiraan lelang mobil, acara ini menggali kisah-kisah pribadi di balik kendaraan-kendaraan ini. Hubungan emosional antara pemilik dan mobilnya, kisah penemuan langka di lumbung berdebu, dan kegembiraan menghidupkan kembali pusaka keluarga, semuanya menjadi nyata di layar.

Proses restorasi, yang merupakan elemen utama pertunjukan, bersifat mendidik dan menawan secara visual. Pemirsa menyaksikan transformasi mobil klasik dari peninggalan berkarat menjadi potongan sejarah yang dipugar dengan indah. Keterampilan, keahlian, dan dedikasi para pengrajin dan teknisi yang bekerja bersama Wayne menggarisbawahi komitmen acara tersebut untuk melestarikan warisan otomotif.

“Mengejar Mobil Klasik” telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di komunitas penggemar mobil klasik, merevitalisasi minat terhadap mobil antik dan makna abadinya. Selain serial televisi, Wayne Carini dan tim acaranya juga telah menjadi pembawa acara di berbagai acara dan memberikan kontribusi kepada museum, sehingga semakin memperkuat peran mereka dalam melestarikan sejarah otomotif.

Dengan popularitas dan daya tariknya yang abadi, “Chasing Classic Cars” tetap menjadi bukti ketertarikan abadi terhadap kendaraan klasik. Acara ini terus menginspirasi dan mendidik, menjadi sumber kegembiraan bagi para penggemar mobil dan merupakan penghormatan abadi terhadap kekayaan otomotif masa lalu.

Saat ini, Evan terus menjadi tokoh terkemuka di dunia otomotif, memadukan hasratnya terhadap pendidikan dan restorasi dengan komitmen teguh terhadap mobil klasik. Dia tetap terlibat secara mendalam dalam industri ini, berbagi kekayaan pengetahuan dan keahliannya dengan generasi peminat berikutnya.

Baru-baru ini postingan Instagram, Evan melakukan sesuatu yang luar biasa untuknya – dia memamerkan mobil klasiknya sendiri di Audrain Concours yang bergengsi. Thomas Flyer 1905 bertenaga 50 hp miliknya, sebuah karya sejarah otomotif yang luar biasa, menjadi sorotan. Meskipun merupakan kendaraan antik dengan restorasi yang menua, kendaraan ini berhasil mendapatkan hadiah kelas, sebuah bukti dedikasi Evan dan detail yang cermat dari asistennya yang terampil.

Thomas Flyer tahun 1905 milik Evan berdiri sebagai satu-satunya mobil asli yang masih ada, menjadikannya barang langka otomotif. Ini mewakili era ketika itu adalah mobil Amerika paling kuat yang pernah ada, simbol inovasi dan keunggulan teknik.

Peran aktif Evan Ide dalam mendidik dan merestorasi mobil klasik menunjukkan komitmennya yang mendalam terhadap warisan otomotif. Keberhasilannya dalam pameran baru-baru ini menegaskan keahlian dan semangatnya, menunjukkan pengaruhnya yang abadi dalam industri dan daya tarik mobil klasik yang tak lekang oleh waktu.



Sumber