Lebak, Progresnews.com -- Kondisi jalan penghubung antara Desa Parung Panjang dengan Cisarap di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, hingga kini masih tidak layak untuk dilewati. Dua tahun sejak terjadi longsor, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah di dua desa tersebut lumpuh total. Warga pun diimbau mencari jalan alternatif lain.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyebab longsornya jalan desa tersebut lantaran ambrolnya saluran irigasi sekunder milik Pemerintah Provinsi Banten yang juga tak kunjung diperbaiki, sehingga menyebabkan masyarakat Kampung Pasir Guha dan Kampung Badong, desa Parung Panjang terisolir.

Anggota Komisi II DPD Lebak, Agus Hermawan mengatakan, irigasi yang awalnya bisa mengairi sekitar 300 hektar pesawahan warga itu, kondisinya kini tak lagi berfungsi lantaran ambrol dan tak kunjung diperbaiki.

"Irigasi itu juga mampu mengairi sekitar 300 hektar pesawahan. Namun, sudah 2 tahun ini tidak berjalan karena ambrol," kata anggota komisi II DPRD Lebak, Agus Hermawan kepada Banten Hits, Senin (31/7).

Politisi partai PKS ini mengaku prihatin beberapa daerah pilihnya kerap luput dari perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi, padahal Kecamatan Wanasalam termasuk kedalam salah satu daerah yang menopang suksesnya swasembada pangan di Kabupaten Lebak.

"Sudah irigasi ambrol sekarang Jalan juga ambrol, masyarakat sudah benar-benar kesulitan untuk beraktifitas," ujar wakil rakyat daerah pilih 5 ini.

Akibatnya, masyarakat di dua desa tersebut mengaku kesulitan ketika akan berpergian ke pusat pemerintahan desa maupun pemerintah kecamatan, lantaran kondisi jalan yang benar-bemar tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat, "Selain itu kontur jalannya juga masih tanah merah sehingga melengkapi penderitaan masyarakat," tutur Agus.

Agus berharap, pemerintah Kabupaten Lebak bisa memperhatikan akses jalan poros desa di daerah tersebut meskipun saat ini setiap desa sudah dibekali anggaran yang sudah luar biasa, "Pemprov juga harus segera perbaiki irigasi, karena jika tidak selain kondisi jalan akan tetap rusak warga juga dalam menjalankan usaha tani dan membantu mensukseskan swasembada pangan akan terhambat," tutupnya. (Red)