Masyarakat Baduy Hadiri Upacara Kemerdekaan Di Istana Negara

2 hari ago Nasional Leave a comment 65 Views

Berita Terkait

Ditanya Jokowi Soal Bawa Baki, Cia Jawab Dengan Bijaksana

11 jam ago

Atut Tak Dapat Remisi, Nazaruddin Dan Gayus Direkomendasikan KPK

19 jam ago

Masyarakat Baduy Minta Presiden Akomodir Agama Sunda Wiwitan Dalam KTP

19 jam ago

Jakarta, Progresnews.com — Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Negara, Senin (17/8), tidak hanya dihadiri oleh pejabat negara atau veteran, perwakilan masyarakat suku Baduy pun hadir dalam upacara peringatan HUT ke 70 kemerdekaan RI tersebut.

Koordinator Yayasan Lembah Baliem, Lala, mengatakan, tahun ini lembaga nya tak hanya membawa perwakilan suku yang ada di Papua saja, ia pun turut serta membawa tujuh perwakilan masyarakat suku Baduy dalam dari Kampung Cibeo, dalam upacara peringatan HUT RI di Istana Merdeka.

“Baru tahun ini kami mengajak masyarakat Baduy. Kami ingin mereka tahu upacara ini, mereka kan orang Indonesia juga,” ucap Lala, seperti dikutip kompas.com.

Ketujuh orang perwakilan masyarakat Baduy, jelas Lala dipilih berdasarkan usia dan ketokohannya. Rombongan masyarakat Baduy yang ia ajak dipimpin oleh Mursyid, wakil kepala jaro Kampung Cibeo, Suku Baduy Dalam.

Kehadiran suku Baduy ke Istana negara tentu masih menggunakan tradisi yang mereka anut, yakin dengan berjalan kaki. Mursyid dan keenam rekannya berjalan tanpa alas kaki dari Baduy dalam ke Jakarta.

Mereka melintasi jalur melalui Kampung Ciboleger, Rangkas, Banten, dan menuju Parung, Bogor, menyusuri rel kereta sampai tiba di Jakarta.

Mereka memulai perjalanan dari Baduy dalam, sejak Jumat (14/8), dan tiba di Jakarta pada Minggu (16/8). Di Jakarta, Mursyid dan rombongannya bermalam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

“Rasanya luar biasa,” kata Mursyid, saat diminta mengungkapkan perasaannya dapat hadir dalam upacara kenegaraan.

Perwakilan masyarakat Baduy yang mengenakan pakaian hitam-hitam ini, tiba sejak Senin pagi di Istana negara, dan langsung bergabung dengan peserta lainnya.

Kehadiran suku Baduy dan suku lainnya dalam upacara Kemerdekaan kali ini, seperti kembali mengingatkan kita akan keberagaman Indonesia. Untuk itu, saling menghormati adalah kunci persatuan Indonesia. (PN06)

Facebook

Twitter

Google +