Tangerang, Progresnews.com -- Mengunggah foto palsu dimedia sosial akan sangat biasa jika dilakukan oleh orang biasa juga, namun apa jadinya jika seorang politisi PDI Perjuangan yang dinilai cerdas justru menyebarkan foto palsu?.
Adalah Eva K. Sundari, politisi Banteng moncong putih sukses membuat geger jagat maya. Penyebabnya, ia mengunggah foto yang disebutnya sebagai foto kegiatan Parade Bhinneka Tunggal Ika yang digelar pada Sabtu pagi, (19/11) kemarin.
Kontan, banyak netizen yang geram dengan kelakukan politisi partai besutan Megawati itu. Pasalnya foto yang digunakan Eva merupakan foto kampanye PDIP pada tahun 1999. Ada pula yang menyebut itu kampanye Jokowi pada 2014.
Eva sendiri mengakui telah mem- posting foto tersebut dan telah menghapusnya. (Baca Juga : Parade Bhineka Tunggal Ika, Wanita Ini Bagi-Bagi Pin Ahok-Djarot)
"Betul, aku diminta ngeblast. Kulakukan. Aku sedang tidak di Jakarta. Lalu anak-anak ramai, ternyata pemilu PDIP, lalu ku hapus," kata Sundari Minggu, (20/11)
Parade Bhinneka Tunggal Ika memang sempat menyedot perhatian karena banyak yang menganggap aksi ini sebagai bentuk tandingan dari Aksi Damai 4 November lalu, yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama.
Tentu saja hal ini membuat perang di dunia maya tak terhindarkan. Terlebih, parade ini juga sempat mengklaim akan diikuti banyak peserta, meski nyatanya tidak sebanyak demo 4 November lalu, yang diikuti ratusan ribu umat Islam.
Bahkan banyak fakta dilapangan yang memperlihatkan kejadian berbeda dengan aksi Bela Islam. Para peserta parade banyak yang duduk-dukuk santai di taman, menginjak rumput hingga merusak taman, dan itu tidak terjadi pada Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu.
Tak hanya soal taman, dalam parade itupun, kedapatan beberapa orang tengah membagikan pin Ahok-Djarot yang merupakan Cagub-Cawagub Jakarta. Dalam foto-foto yang tersebar di internet, para peserta parade juga terlihat menerima upah atau bayaran. (Red)

