Serang, Progresnews.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten ikut berbahagia atas raihan opini Wajar Tanpa Pengeualian (WTP) yang didapat Pemprov Banten dari BPK atas laporan keuangan tahun 2016.
Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullan mengatakan, Opini BPK sangat fluktuatif sehingga wajib bagi Pemprov untuk terus berupaya mempertahankannya, sehingga tahun depan jangan sampai mendapatkan opini disclaimer seperti yang pernah di dapat pemprov Banten beberapa tahun lalu.
"Karena kita khawatir fluktuatif, berarti ada hal yang tidak konsisten, jangan sampai sekarang WTP, kemudian tahun depan WDP dan disclaimer lagi," kata Asep, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya. Rabu (31/7).
Asep juga meminta pemprov Banten dibawah kepemipinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy untuk tidak berbagngga diri atas capaian tersebut. "tapi saya sampaikan, WTP ini jangan dijadikan untuk berbangga diri, tapi harus ditingkatkan, disisi yang lain WTP ini spirit progres untuk perbaikan opini," kata Asep.
Baca Juga : G ubernur Banten Wahidin Halim Janji Pertahankan Opini WTP BPK
Pada kesempatan tersebut, Asep juga menegaskan sekaligus meyakinkan publik bahwa opini WTP yang didapat Pemprov Banten merupakan kerja keras dari seluruh tim, dan tidak ada kaitannya dengan isu jual beli opini BPK yangs ekarang kasusnya tengah ditangani KPK.
"Tapi saya yakin bahwa opini WTP di Banten berdasarkan perjuangan yang sangat panjang, bahwa Banten pernah mendapat disclaimer, dari situlah kita kerja keras, mendata aset dan mulai peralihan aset dari Jabar ke Banten," terangnya.
Sebelumnya, Anggota BPK Isma Yatun saat menyampaikan hasil opini BPK mengatakan, laporan keuangan Pemprov Banten berdasarkan hasil pemeriksaan, berhasil meraih opini WTP.
"Berdasarkan pemeriksaan pengelolaan Pemprov Banten, maka terhadap laporan keuangan Pemprov Banten BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP-red)," kata Isma dalam sambutannya. (Red)

