“Kita berada di ambang kediktatoran fasis,” kata anggota Knesset Ofer Cassif kepada Marc Lamont Hill.

Selama lima bulan terakhir, perang Israel di Gaza telah menyebabkan kehancuran massal dan menyebabkan lebih dari 30.000 kematian.

Pada bulan Januari, Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag menemukan bahwa ada risiko yang masuk akal bahwa Israel mungkin melakukan genosida.

Walaupun kasus ICJ mendapat tentangan dari kalangan politik Israel, ada pula yang menyuarakan dukungannya. Anggota parlemen Israel Ofer Cassif telah menjadi pendukung vokal prosedur ICJ – sebuah posisi yang mengakibatkan kegagalan upaya untuk mengeluarkannya dari badan legislatif Israel, Knesset, minggu lalu.

Jadi, apa dampak dari perbedaan pendapat di Israel dalam kondisi saat ini?

Minggu ini di UpFront, Marc Lamont Hill berbicara kepada Cassif tentang iklim politik saat ini di Israel dan mengungkap dorongan di dalam Israel untuk membungkam perbedaan pendapat.

Sumber

Previous articleHozier Masih Ingin Anda 'Menjadi Seperti Biasanya' Hanya Sedikit Lebih Tenang Kali Ini
Next articleTes Bechdel Versi Iklim Dirilis dan Diterapkan pada Nominasi Oscar Tahun Ini, dengan 'Barbie' dan 'Nyad' Di Antara Film yang Lolos
Freelance journalist covering Indonesia and Timor-Leste. Bylines in the South China Morning Post, Nikkei Asia, The Telegraph and other outlets. Past TV work for ABC News US, Al Jazeera English and TRT World. Previously reported out of Taiwan.