Ketika agresi Israel meluas di Jalur Gaza tengah, korban sipil meningkat di tengah pemboman rumah-rumah penduduk di Deir el-Balah dan kamp pengungsi al-Zawaida.

Setidaknya 15 warga sipil tewas dalam serangan udara Israel terhadap rumah-rumah yang menampung empat keluarga pada Kamis malam. Puluhan orang terluka dan lainnya masih tertimbun reruntuhan.

Sumayya Ahmed, seorang wanita lanjut usia yang berada di bangunan tempat tinggal yang menjadi sasaran serangan di Deir el-Balah, mengatakan anggota keluarganya sedang bersiap untuk tidur ketika serangan terjadi sekitar pukul 22.30.

“Adik saya, suami dan anak-anaknya semuanya tewas,” katanya. “Banyak anak-anak lain yang terjebak di bawah furnitur dan berteriak minta tolong.”

“Di bawah kami ada dua keluarga lainnya, semuanya telah tiada. Semua orang sudah pergi,” tambahnya.

Petugas medis baru bisa mengeluarkan jenazah dan mereka yang terluka pada pagi hari. Ahmed mengatakan puluhan orang berlindung di gedung tersebut, termasuk kerabat dan teman yang mengungsi dari lingkungan Sheikh Radwan di utara.

“Rumah kami di sana hancur. Anak-anak kami dibunuh,” katanya.

Menurutnya, ini bukan pertama kalinya pasukan Israel menyerang sekitar gedung. Sebelum serangan Rabu malam, beberapa serangan udara telah menyebabkan kerusakan pada jendela dan bagian dapur, kata Ahmed.

Sumber

Previous article15 Gaun Prom untuk Tahun 2024 yang Tidak Akan Dimiliki Orang Lain
Next article'He Had It All': Sylvester Stallone Mengingat Carl Weathers di 'Fallon'
Freelance journalist covering Indonesia and Timor-Leste. Bylines in the South China Morning Post, Nikkei Asia, The Telegraph and other outlets. Past TV work for ABC News US, Al Jazeera English and TRT World. Previously reported out of Taiwan.