Progresnews.com - Belum lama kabar tentang kebocoran data penggunanya, perusahaan riset keamanan siber Radware mengungkapkan para penjahat siber menggunakan modus baru dalam membobol akun Facebook. Kali ini hacker mengirimkan email phising berisikan aplikasi penuh malware “Stress Paint” ke pengguna Facebook.
Setelah diklik, aplikasi itu akan mengumpulkan data kredensial dan metode pembayaran pengguna Facebook di seluruh dunia. Bayangkan, Malware “Stress Paint” itu menginfeksi 45 ribu akun Facebook pengguna.
Nissim Pariente (Direktur Analisis Keamanan dan Litbang Radware) mengatakan Stress Paint dikembangkan oleh para hacker profesional karena distribusinya cepat dan tingkat infeksi yang tinggi.Modus kejahatan siber ini secara khusus tertarik kepada pengguna yang memiliki halaman Facebook yang memiliki metode pembayaran tersimpan.
“Kami menduga target selanjutnya adalah Amazon karena Amazon memiliki metode pembayaran di control panel mereka,” katanya seperti dikutip ZDNET .
Pariente mengatakan korban malware “Stress Paint” terbesar terjadi di Vietnam, Rusia, dan Amerika Serikat. Meski kelompok itu belum diketahui, ia menduga kelompok ini berasal dari Tiongkok, jika terlihat dari teks yang terdapat di control panel.
Karena itu, ia menyarankan pengguna untuk melindungi akun Facebook mereka dengan memperbarui kata sandi dan jangan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal. Ia pun mengimbau supaya pengguna bisa masuk ke pengaturan keamanan dan login akun untuk melihat dari mana perangkat masuk.
“Jika Anda menemukan sesuatu yang mencurigakan, ubah kata sandi dan siapkan autentikasi dua faktor dengan nomor telepon Anda,” paparnya.
Facebook pun langsung memberikan pernyataan resminya. “Kami sedang menyelidiki temuan malware ini dan kami mengambil langkah-langkah untuk membantu melindungi dan memberi tahu mereka yang terkena dampak. Kami mempertahankan sejumlah sistem otomatis untuk membantu menghentikan tautan dan file berbahaya muncul di Facebook dan Messenger,” tulis pernyataan Facebook.(red)

