Serang, Pemerintah Rusia menyatakan akan memperkuat intensitas serangannya terhadap Kyiv sebagai balasan atas gempuran drone Ukraina yang menyasar Moskow dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Serangan tersebut terjadi bertepatan dengan hari terakhir masa pemungutan suara dalam pemilihan parlemen Rusia.

Mengutip AFP, Minggu (21/9/2026), Ukraina melancarkan rentetan serangan drone ke arah Moskow dan kawasan sekitarnya. Otoritas Rusia menyebut serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang serta memicu kebakaran di sebuah fasilitas pengolahan minyak.

Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina berupaya mengacaukan proses demokrasi yang tengah berlangsung di negaranya melalui aksi tersebut. Moskow pun menegaskan komitmennya untuk membalas lewat jalur militer, dengan menyatakan bahwa sebagai respons atas serangan terhadap target sipil di wilayah Rusia, militer Rusia akan melanjutkan sekaligus meningkatkan intensitas serangan presisi tinggi ke sasaran-sasaran militer di Kyiv.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengungkapkan bahwa serangan tersebut melibatkan sekitar 1.600 unit drone, dengan 450 di antaranya diarahkan langsung ke ibu kota Rusia. Insiden ini disebut-sebut sebagai salah satu gempuran drone berskala terbesar yang pernah menghantam Moskow sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022.

Berbagai foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah berupa lubang besar pada sebuah gedung apartemen bertingkat di kawasan pinggiran Moskow, serta kepulan asap hitam pekat dari lokasi yang diduga merupakan kilang minyak.

Gubernur Wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menyampaikan bahwa dua korban jiwa tercatat di dua lokasi berbeda, yakni seorang perempuan berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia. Selain itu, sebuah drone yang jatuh dan menimbulkan kebakaran pada gedung berlantai 21 memaksa sekitar 400 warga dievakuasi dari lokasi kejadian.

Zelensky Sebut Serangan Berdampak Signifikan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut memberikan apresiasi atas keberhasilan serangan drone tersebut. Melalui akun X miliknya, ia menyatakan bahwa operasi jarak jauh Ukraina memberikan pukulan berarti terhadap sejumlah target di kawasan Moskow. Zelensky menyebut sasaran serangan mencakup salah satu fasilitas vital industri minyak Rusia sekaligus fasilitas logistik strategis, yang menurutnya bernilai miliaran dolar dan menjadi tulang punggung pembiayaan mesin perang Rusia.

Sepanjang perang berlangsung, Ukraina memang kerap mengandalkan serangan drone untuk menyasar berbagai infrastruktur dan fasilitas vital di wilayah Rusia. Kyiv menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari respons atas gempuran udara Rusia yang terus menghantam sejumlah kota di Ukraina.

Serangan drone ini terjadi bertepatan dengan berakhirnya masa pemungutan suara dalam pemilihan anggota parlemen Rusia. Berdasarkan hasil hitung cepat yang dirilis lembaga survei milik pemerintah Rusia, partai penguasa United Russia diproyeksikan meraih 49,4 persen suara, angka yang tidak jauh berbeda dari perolehan mereka pada pemilu sebelumnya.

Pemilihan parlemen kali ini digelar di tengah situasi perang yang masih berkecamuk antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, pemerintah Rusia sebelumnya juga kerap menghadapi sorotan terkait iklim politik dan tata cara penyelenggaraan pemilu, meski otoritas setempat tetap menegaskan bahwa proses pemungutan suara berjalan sesuai aturan yang berlaku.