Progresnews.com - Sekarang jika kita ingin melihat sebuah daerah di luar negara atau tempat kita, kita dapat melihatnya secara online di berbagai banyak situs atau website. Jauh sebelum itu, Abraham Ortelius mengumpulkan informasi terbaru dari para ilmuwan, ahli geografi, dan kartografer dan mengubahnya menjadi apa yang sekarang dikenal dunia sebagai atlas modern.
Selama abad ke-16 peta dunia adalah instrumen yang paling tepat untuk menunjukkan penemuan, serta mengkomunikasikan bentuk dunia yang diduga. Pada saat itu, peta masih merupakan campuran fakta, spekulasi, dan fantasi murni.
Atlas, berjudul Theatrum Orbis Terrarum (Teater Dunia), pertama kali diterbitkan pada hari ini pada tahun 1570. hasil karya Abraham Ortelius tersebuat telah memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia moderen dalam berbagai hal.
Abraham Ortelius sendiri dilahirkan di kota Antwerpen, yang saat itu berada di Habsburg Belanda (Belgia modern). Keluarga Orthellius berasal dari Augsburg, sebuah kota kekaisaran Kekaisaran Romawi. Diawali sebagai pengukir peta, pada tahun 1547 ia memasuki Antwerp Guild of Saint Luke sebagai iluminator peta.
Sebagai penghargaan terhadap karya dari Abraham Ortelius, google merayakan momen berhagra penerbitan atlas pertama ini sebagai doodle-nya pada hari ini.(drm)
