Aisyah Hingga Salawaku, Film Indonesia Layak Tonton 2016
Tangerang, Progresnews.com – Industri Perfilamn Indonesia mulai bergeliat. Hal itu ditandai dengan makin maraknya film-film produksi dalam negeri yang kualitasnya tak kalah dengan negara lain.
Jika diakhir tahun 2000an bioskop Indonesia disesaki oleh Film-Film bergenre horor yang dibalut dengan adegan-adegan seks, pemndangan berbeda mulai terlihat di awal Tahun. Di Tahun 2016 misalnya, tercatat 3 Film yang masuk nominasi Festival Film Indonesia, dan mendapat penghargaan baik dari luar maupun dalam negeri.
Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara
Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara menceritakan seorang gadis cantik bernama Aisyah (Laudya Cynthia Bella) yang merupakan sarjana fresh graduate. Aisyah tinggal di sebuah kampung yang tak jauh dari perkebunan teh di Ciwidey, Jawa Barat.
Suatu waktu, ia diterima menjadi seorang tenaga pengajar di sebuah yayasan yang pernah dilamarnya. Ternyata Aisyah diterima dan harus ditugaskan mengajar di Dusun Derok, yang berlokasi di Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Lokasi mengajarnya yang sangat jauh membuat sang ibu menolak Aisyah untuk menerima pekerjaan tersebut. Namun, dengan tekad dan semangat yang kuat, Aisyah tetap memilih untuk mencurahkan tenaga dan pengabdian ilmua yang diperolehnya di NTT.
Begitu mengharukan ketika sosok Aisyah harus beradaptasi dengan masyarakat setempat. Apalagi, pertama menginjakkan kaki di dusun tersebut Aisyah justru dikira Suster Maria karena sama-sama menggunakan penutup kepala. Lokasinya yang terpencil membuat listrik dan sinyal seluler sulit untuk dijangkau.
Bahkan, saat musim kemarau tiba, air akan sulit sekali untuk didapatkan. Aisyah benar-benar merasa kaget dengan suasana dan kondisi lingkungan barunya tersebut. Jika dahulu ia terbiasa dengan lingkungan yang religius, di tempat ini Aisyah harus terbiasa dengan tradisi yang terasa asing. Kehidupan Aisyah mulai berwarna karena murid-murid yang menjadi kebanggaannya. Salah satu murid yang dia sayangi adalah Pedro (Arie Kriting).
Salawaku
SALAWAKU, film drama produksi Kemala Film yang mengambil latar di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Film SALAWAKU berkisah tentang perjalanan dua manusia yaitu Salawaku dan Saras. Keduanya berbeda usia, berbeda kepentingan dan berbeda sifat.
Hingga muncul Kawanua, kakak angkat Salawaku yang menyusul Salawaku. Salawaku menerima Kawanua dalam perjalanan mereka karena percaya pada lelaki tersebut. Kebaikan Kawanua membutakan mata Saras dan Salawaku. Saras perlahan melupakan patah hatinya dan mengalihkan rasanya pada Kawanua. Hingga di satu titik Salawaku menyadari mereka menjauhi Piru, kota dimana kabarnya kakak Salawaku yaitu Binaiya berada.
Berbagai konflik dan drama menyertai kisah perjalanan mereka sebelum bertemu Binaiya. Dua sosok itu kini melangkah menjauh sebagai dua manusia yang tidak lagi sama. Film SALAWAKU melakukan pengambilan gambar di beberapa tempat di Maluku seperti Pulau Osi, Pulau Lumoli, Pulau Piru, dan Pulau Pasir.
Rudy Habibie
Setelah sukses dengan film terdahulunya Habibie & Hainun, MD Pictures selaku pihak produksi film di Indonesia kembali sukses menyuguhkan film bertema biopik sosok BJ Habibie sewaktu masih muda. Film Rudy Habibie menceritakan kisah masa muda dari seorang teknoral dengan jiwa anak muda yang memiliki banyak impian dan lika liku cintanya.
Rudy memiliki sebuah cita cita yaitu berhasil dalam membuat pesawat yang juga merupakan wasiat dari ayahnya untuk berguna bagi banyak orang lain. Namun, untuk menggapai cita citanya tersebut, tentunya memerlukan perjuangan yang cukupsulit mulai dari segi keuangan, waktu,dan lainlain. Rudy dikuliahkan di RWTH Ancheen, Jerman Barat.
Di Jerman, Rudy hidup dengan segala keterbatasan, ditambah lagi rasa kangennya dengan orang tuanya yang berada di Indonesia. Rudy juga belajar arti cinta, persahabatan, pengkhianatan, dengan mahasiswa Indonesia yang baru dikenalnya di Jerman.
(Red)
-
Jumat, 19/10/2018 10:16 WIBKafe Keliling, Nikmatnya Suguhan Kopi Asli Sambil Diskusi
-
Rabu, 03/10/2018 10:02 WIBSelain Luwak White Coffe, 5 Makanan Ini Bisa Semburkan Api
-
Selasa, 02/10/2018 08:09 WIBHari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Populer