APBD-P Tak Kunjung Disahkan, Tenaga Honorer Akan Demo DPRD Tangsel

12 Oktober 2015 Regional Leave a comment 100 Views

Berita Terkait

Dilarang Sekda, Alasan Honorer Tangsel Gagal Demo Ke DPRD

14 Oktober 2015

Pilkada Tangsel, Pasangan Ikhsan – Claudia Siap Mundur Jika Korupsi

27 Juli 2015

Tangerang Selatan, Progresnews.com — Rencana DPRD Kota Tangsel yang akan menolak mengesahkan Rancangan APBD perubahan lantaran dinilai banyaknya anggaran yang mengalami pembengkakakn khususnya pada pos dana hibah, berdampak pada mandetnnya gaji tenaga honorer. Karenanya, hari ini, senin (12/10) sebanyak 300 tenaga honorer akan menggelar aksi unjuk rasa

Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) wilayah Kota Tangsel , Achmad Sofyan mengatakan, para tenaga honorer akan melakukan aksi unjuk rasa, mendesak dewan agar segera mengesahkan RAPBD-P tersebut. Pasalnya, madeknya pengesahan itu berdampak pada terlambatnya honor yang diterima ia dan teman-temannya.

“Besok (hari ini ) Insya Alloh jadi, mulai sekitar pukul 10, mungkin jam 12 baru jalan ke DPRD,” kata Sofyan yang juga bekerja sebagai tenaga honorer pada Humas di Setda Kota tangsel

Menurut dia, para honorer di tingkat SKPD sudah bulat tekad-nya akan melakukan aksi. Bahkan,ia megakui aksi nya juga disambut baik oleh banyak pihak lantaran berhubungan dengan pelayanan masyarakat. “Ya kan kita paling garda terdepan untuk tingkat pelayanan,” jelasnya.

Sofyan juga menolak aksinya dihubung-hubungkan dengan persoalan Pilada yang sedang ramai di Kota Tangsel. menurutnya, aksi yang dilakukan semata-mata hanya karena persoalan honor yang tidak kunjung dicairkan lantaran tertahannya RAPB-P. “Kita tidak mau disangkut pautkan dengan persoalan politik Pilkada saat ini, silahkan itu mah. Asal jangan hentikan honor kami,” ujar Sofyan.

Selain mendesak disahkannya RAPBD-P, massa aksi menurut Sofyan juga menuntut kesejahteraan tenaga honorer. “Terlepas dari persoalan politik. Kita ingin tahu juga alasan DPRD. Sedangkan kedua, kita berharap adanya peningkatan kesejahteraan honorer dan peningkatan status. Karena guru honorer di sini hanya Rp300 ribu per bulan gajinya,” katanya.

Diketahui, hingga saat ini, DPRD Kota Tangerang Selatan enggan mengesahkan RAPBD-P tahun 2015 yang diusulkan pemerintah Kota. Pasalnya, pada anggaran perubahan tersebut terjadi pembengkakan pada banyak pos anggarana. yang paling terlihat adalah adanya kenaikan anggaran dana Hibah. (PN06)

Pilihan Redaksi:

Dilarang Sekda, Alasan Honorer Tangsel Gagal Demo Ke DPRD

Di Lebak, Guru Honorer Digaji 200 Ribu Per Bulan

Demo HUT Banten, Ratusan Santri dan Kiai Tuntut Perda Pesantren Salafi Segera Disahkan

Gelar Unjuk Rasa, Ini 10 Tuntutan 20 Ribu Guru Honorer Kepada Pemerintah

MULUSKAN PEMBAHASAN APBD, DPRD BANTEN LAKUKAN PUNGUTAN PADA SKPD

Facebook

Twitter

Google +