Batalkan Proyek Senilai Rp213 Miliyar, WH Akan Alihkan Untuk Bangun Banten Lama

Serang, Progresnews.com -- Gubernur Banten Wahidin Halim akan membatalakan sejumlah proyek tahun 2017 bernilai Rp213 miliar. Anggaran tersebut akan dialihkan untuk program prioritas, salah satunya penataan kawasan bersejarah Banten lama.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pembatalan sejumlah proyek tersebut merupakan hal biasa. Nantinya, anggarannya akan dialihkan ke program lain pada APBD perubahan atau APBD 2018.

"Ya biasa itu kan kalau ada program tidak bisa dilaksanakan, anggarannya dikembalikan ke kas daerah, dialihkan (ke APBD) perubahan. Untuk apa saja nanti itu akan didiskusikan," ujar Wahidin, yang akrab disapa WH.

Sementara itu, disela-sela rapat bersama Gubernur dan OPD lainnya, Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, Gubernur mengintruksikan agar sejumlah proyek dibatalkan realisasinya.

"Gubernur Wahidin meminta rencana proyek-proyek konstruksi yang diprediksi tidak akan rampung hingga akhir 2017 ini supaya tidak dilaksanakan. Kecuali yang sudah lelang. Kalau yang belum itu dicut off," katanya, di sela rapat di Aula Bappeda, KP3B, Kota Serang, Selasa (4/7) kemarin.

Hudaya menjelaskan, proyek-proyek tersebut dibatalakan karena belum masuk unit layanan pengadaan (ULP) karena belum lengkap, "Banyak yang merencanakan lelang tapi tidak diselesaikan teknisnya, misalnya DED-nya belum ada, DED-nya ada, tapi survei harga belum, kan repot akhirnya," tukasnya.

Gubernur kata Hudaya, meminta anggaran tersebut dialihkan kepada program prioritas, salah satunya penataan Banten Lama dan akses penunjang pariwisata.

"Belum tentu Silpa, karena kan ada pengalihan. Ada program hibah MCK, Ini bisa diubah sepanjang ini kepentingan provinsi, misalnya penataan Banten Lama dilakukan segera. Kemungkinan pemindahan sasaran, terutama pak gubernur respek dengan Banten Lama," ujarnya.

Adapun Proyek dengan nilai paling besar ada di Dinas Perkim senilai Rp96 miliar, yakni proyek sanitasi, "Paling banyak itu di perkim, karena ada proyek nilainya Rp96 miliar untuk sanitasi seperti MCK, itu program hibah. Kemudian konstruksi pembangunan RSUD, jembatan bogeg, jalan di Tanjung Lesung, kemudian beberapa proyek di Disdik seperti perbaikan gedung sekolah. Yang belum dilelang aja itu," tuturnya.