Serang, Progresnews.com -- Gubernur Banten Wahidin Halim menemui Menristekdikti di Jakarta, bersama Komisi V DPRD Banten serta Rektor Untirta untuk menyampaikan komitmen Pemprov dalam mewujudkan pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Kemeristek Dikti sendiri tengah memoratorium (penghentian sementara) pengusulan pembukaan jurusan baru untuk program studi pendidikan kedokteran. Hal ini berdampak pada keterlambatan dibukanya Fakultas Kedokteran di Untirta.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pendirian fakultas kedokteran Untirta, “Adanya kesenjangan antara Jakarta dengan Banten salah satunya dalam hal sumber daya manusia (SDM) profesi dokter, jadi sudah sangat layak didirikan Fakultas Kedokteran di Untirta,” kata Wahidin.
Terkait dengan anggaran yang dibutuhkan untuk pendirian fakultas kedokteran di Untirta, Pemprov Banten kata Wahidin Halim, siap mendukung “Apa pun yang Untirta butuhkan terkait pendirian Fakultas Kedokteran baik dari segi anggaran atau hal lain, Pemprov Banten siap mendukung,” tambah Gubernur Banten yang akrab disapa WH.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat mengatakan, pertemuan dengan Menristekdikti dilaukan sebagai upaya percepatan pendirian fakultas Kedokteran Untirta. Katanya, dukungan dari DPRD dan Pemprov telah didapatkan, tinggal dukungand ari Kemenristek Dikti yang saat ini dibutuhkan Untirta.
“Dukungan dari Pemprov dan DPRD sudah kami dapatkan, tinggal izin dari Kemenristekdikti. Makanya hari ini (kemarin-red) kami bersama Pak Gubernur dan Komisi V menemui Pak Menteri,” kata Sholeh seperti diberitakan Radar Banten , Senin (1/8).
Soleh menjelaskan, izin pendirian Fakultas Kedokteran baru dikeluarkan setelah Untirta memenuhi semua persyaratan. Terkait persyaratan pendirian Fakultas Kedokteran, Sholeh mengaku ada dua hal yang harus dipenuhi di luar gedung kuliah, dekanat dan laboratorium serta rumah sakit untuk praktik yaitu anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk lima tahun dan untuk dosen sebanyak 26.
“Soal anggaran, Pemprov dan DPRD Banten sudah siap mengalokasikan dalam APBD. Sementara untuk dosen, kami baru siapkan delapan orang, tinggal 18 dokter lagi,” ungkapnya.
Kendati tidak mudah menyiapkan 26 dosen karena harus tenaga tetap baik PNS maupun tenaga kontrak, lanjut Sholeh, Untirta optimistis tahun ini juga mampu memenuhi persyaratan tersebut. “Kami optimistis bisa memenuhi 26 dosen tetap, kami akan bekerja keras mencari dokter spesialis dan magister yang betul-betul ingin menjadi dosen yang penuh pengabdian,” janji Sholeh.
Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan di hadapan Menristekdikti menyampaikan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran Untirta sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Banten. Ditambah, hal itu akan sangat sinergi dengan program Kesehatan yang tengah disusun oleh Gubernur Wahidin Halim
“Gubernur sudah menyiapkan program kesehatan di hilir dan program di hulunya yaitu dengan adanya pendirian Fakultas Kedokteran Untirta, sehingga SDM dapat terpenuhi dan Banten tidak kekurangan tenaga kesehatan lagi,” katanya.
karennya, Fitron berharap, moratorium pengusulan prodi pendidikan kedokteran tahun depan dicabut sehingga izin pendirian Fakultas Kedokteran Untirta bisa cepat keluar. “Kita harapkan tahun depan sudah keluar izinnya, sehingga Untirta bisa langsung menerima mahasiswa baru kedokteran,” ungkapnya.
Mensristekdikti M Nasir menyambut baik tujuan kedatangan Gubernur Banten. Ia pun berharap izin pendirian Fakultas Kedokteran Untirta secepatnya bisa diterbitkan, agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan di Banten.
“Kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia setiap tahunnya sekitar 37.000 orang, sedangkan produksinya lebih dari 90.000 tenaga kesehatan, dampaknya terjadi pengangguran yang luar biasa,” kata Nasir. (Radar/Red)