Diduga Gunakan Izasah Palsu, Anggota DRD Dilaporkan Ke DPRD Banten

Serang, Progresnews.com -- Dugaan adanya anggota Dewan Riset daerah (DRD) Banten yang menggunakan izasah palsu, akhirnya resmi dilaporkan oleh pemerhati politik Muhlis Arobi ke DPRD Banten, Rabu, (16/03).

Dari surat tanda terima yang didapati tim progresnews.com, tertera bahwa Muhlis Arobi tercatat sebagai pelapor adanya dugaan penggunaan izasah palsu yang dilakukan oleh salah satu anggota DRD.

Diketahui, dugaan penggunaan izasah palsu yang dilakukan oleh salah satu anggota Dewan Riset daerah (DRD) Banten mengemuka saat pemerhati politik atas pernyataan pemerhati politik, Mukhlis Arobi.

Menurut Mukhlis, lolosnya salah satu anggota DRD yang diduga menggunakan izasah palsu yang didapatnya dari Concordia University merupakan salah satu bentuk dari ketidakprofesionalan Panitia Seleksi. (BACA JUGA : Dewan Riset Daerah Banten)

“Oknum yang ijazah palsu tersebut HMS. Dari data yang saya dapat, S2 nya di Saint Concordia University USA. Padahal kampus tersebut salah satu kampus yang diblacklist oleh pemerintah Amerika. Karena tanpa kuliah pun bisa mendapatkan ijazah,” ungkap pemerhati politik Banten, Muhlis Arobi

Menurut Muchlis, data salah satu anggota DRD yang diduga menggunakan izasah palsu bisa diakses oleh siapa saja melalui mesin pencari google.

“Jika anda buka di google dengan kata kunci “operation gold seal” maka akan ditemukan 10.000 mahasiswa dari seluruh negara yang cuma beli ijazah. Dan dari indonesia belasan. Juga akan ditemukan nama Hikmatullah Muhd Suhari,” jelas Robi,panggillan sehari-hari Muhlis Arobi.

Sementara itu, dari beberapa sumber yang dihimpun oleh tim progresnews.com, tertulis nama "Mudahar, Hikmatullah Muhd. Suhary Asikin Mudahar" sebagai salah satu mahasiswa yang menerima izasah dari salah satu universitas di Amerika yang diduga memperjualbelikan izasah kepada mahasiswanya.

Namun, nama Mudahar yang tertulis di data tersebut berkewarganegaraan Australia. Kampus yang memperjual belikan izasah diseluruh dunia, dikenal dengan istilah dimpola mill (pabrik diploma). (Haedi/PN06)