Serang, Progresnews.com -- Calon Gubernur Rano Karno akhirnya diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten atas dugaan money politic saat dirinya melakukan kunjungan di RSUD Banten. Namun sayang, kedatangan Rano seolah dirahasiakan dari awak media .

Rano datang sekitar pukul 17.00 bersama pengacara dan mendapat pengawalan khusus, tidak ada satu media pun yang hadir untuk melakukan aktivitas peliputan.

Adapun kabar tersebut, kami dapatkan dari Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi, "Iya, ini lagi pemeriksaan (kasus dugaan money politik)" kata Parmono, saat dihubungi via telepon, Minggu (28/11)

Baca Juga : Terekam Kamera Saat Berikan Amplop, Rano Karno Terancam Didiskualifikasi

Kuasa Hukum Rano Karno Astarudin Purba membenarkan jika kliennya itu telah diperiksa atas laporan Tim Advokasi Wahidn Halim-Andika. Purba mengatakan, selama menjadi calon Gubernur Banten, Rano Karno bukan kali pertama datang ke Rumah Sakit milik pemerintah provinsi itu.

"Kedatangan pak Rano saat itu bukan kedatangan pertama, itu yang ketiga kalinya. Tgl 3 november sudah kesana, tanggal 7 november sudah membesuk, tanggal 21 november ada informasi bahwa itu hari terakhir Farida dirawat dirumah sakit. Jadi dia dalam perjalanan dan mampir ke rumah sakit untuk membesuk" kata Purba

Baca Juga : Diduga Bagi-bagi Uang Di RSUD, Rano Karno Terancam Pidana Penjara

Menurut Purba, kegiatan Rano pada Senin (21/11) itu bukan bagian dari kampanye, meskipun pada saat kegiatan Rano Karno terlihat memberikan sebuah bingkisan berupa buku bergambar dirinya.

"tidak ada atribut yang dibawa, tidak ada pengerahan masa, tidak ada koordinasi dengan Kepala rumah sakit. Jadi saya tegaskan itu bukan kampanye" kata Purba.

Sebelumnya, Tim Advokasi Wahidin Halim-Andika yang di wakili oleh Ramdan Alamsyah dan Ferry Renaldi melaporkan pihak Rano Karno ke Bawaslu atas dugaan money politic .

"Di video itu, Pak Rano ngasih amplop kepada keluarga pasien sambil bilang 'nih buat makan'. Patut diduga itu adalah uang, masa iya daun buat makan," kata Tim Advokasi WH-Andika, Ramdan Alamsyah didampingi Ferry Renaldi usai memberikan laporan di Kantor Bawaslu Banten, Rabu (23/11). (Red)