GP ANSOR KUTUK KERAS PEMBAKARAN MUSHALA DI PAPUA
3 hari ago Regional Leave a comment 74 Views
Berita Terkait
H+3 Lebaran, Kawasan Puncak Macet Total
5 jam ago
Kepadatan Arus Balik Mulai Terlihat Dibeberapa Titik
14 jam ago
H+2 Lebaran, Serang Menuju Pandeglang Macet
1 hari ago
Jakarta, Progresnews.com — Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid mengecam keras aksi pembakaran musala yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua, ketika jemaah di dalamnya bersiap takbir Salat Idul Fitri, Jumat (17/7) pagi tadi.
Seperti dikutip dari JPNN, selain musala beberapa kios dan rumah warga juga dibakar oleh pelaku tak bertanggungjawab tersebut. Nusron meminta polisi mengusut tuntas aksi tersebut agar tidak melebar ke konflik dan kerusuhan yang mengatasnamakan agama.
“Kebebasan beragama dan menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi negara ini. Siapapun dan atas nama apapun tidak boleh ada yang mengganggu, apalagi sampai membakar tempat ibadah,” kata Nusron Wahid, dalam keterangannya, Jumat (17/7).
Meski peristiwa itu tidak memakan korban jiwa maupun korban luka, tetapi menurut Nusron ini sangat nyata tindakan melukai kehidupan umat beragama. Meski kondisinya sudah kondusif, aparat keamanan harus tetap mengusut pelaku untuk mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.
“Jangan sampai ini meluas menjadi konflik agama. Hukum harus ditegakkan, dan negara wajib menjamin warganya dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.
Peristiwa ini seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi menurut Nusron di momentum lebaran yang harusnya saling memaafkan dan bersilaturahmi. Maka dari itu, dia menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan biadab yang tidak bisa ditolerir. “Sungguh biadab dan mengusik rasa ketenangan sebagai sebuah bangsa,” tukasnya.
Atas kasus tersebut, Nusron melihatnya sebagai pembelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa tidak ada tirani minoritas dan diktator mayoritas. Yang mayoritas, kata dia, tidak boleh semena-mena.
“Harus ada empati. Yang di basis Islam mayoritas muslim tidak boleh sewenang-wenang, juga nonmuslim yang mayoritas di basisnya jangan semena-mena,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok orang tak dikenal melakukan pembakaran musala di Tolikara ketika jemaah di dalamnya bersiap takbir Salat Idul Fitri, pagi tadi. Selain musala, beberapa rumah dan kios juga ikut dibakar. Atas kejadian itu, warga yang hendak melakukan Salat Id di Lapangan Koramil Tolikara terpaksa membubarkan diri karena takut menjadi sasaran amuk massa. (PN06)
Google +

