Lebak, Progresnews.com -- Beralihnya dukungan Mulyadi Jayabaya ke Rano-Embay pada Pilgub Banten 2017, tidak berpengaruh terhadap target 80% kemenangan WH-Andika di Kabupaten Lebak.

Adik Jayabaya yang juga kader Golkar dan pernah menjabat pengurus DPD Golkar Kabupaten Lebak mengatakan, partai pendukung akan tetap fokus pada target pemenangan WH-Andika, dengan atau tanpa JB di barisan pendukung.

"Target saya mau Pak JB mendukung RK-Embay, pasangan WH-AH mutlak harus mendapatkan 80 persen suara di Lebak," kata Sumantri, yang kini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak, Sabtu (15/10).

Sumantri sangat memaklumi keputusan kakanya tersebut, karena JB sampai saat ini masih merupakan kader PDIP, yang memiliki kewajiban untuk mematuhi fatsun partai. "Hak Pak JB kalau mau mendukung RK-Embay. Lagian dia merupakan kadernya (PDIP)," kata Sumantri.

Sebelumya, Mulyadi Jayabaya (JB), Ketua Kadin Banten yang pernah menjabat bupati Lebak selama dua periode telah memutuskan mengubah dukungan ke pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief yang didukung PDIP dan PPP. Sebelumnya JB mendukung pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Dalam keluarga Jayabaya, setidaknya ada empat orang yang aktif dalam partai politik, yakni JB yang hingga saat ini masih tercatat sebagai kader PDIP, lalu dua anaknya Iti Octavia Jayabaya dan Hasbi Assidiqi Jayabaya. Iti yang juga Bupati Lebak saat ini merupakan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Lebak, sementara adiknya, Hasbi merupakan anggota DPR RI dari PDIP.

Dalam beberapa kesempatan, Iti selalu menegaskan pilihan politik dirinya dan adiknya dipastikan akan berbeda. Dia loyal kepada partainya untuk memenangkan WH-Andika, sementara Hasbi akan loyal terhadap partainya PDIP. (RED)