Ijazah Rano-Embay Dipersoalkan, Kalangan Akademis Unggulkan WH-Andika
Tangerang, Progresnews.com – Riwayat pendidikan pasangan Rano-Embay yang masih menjadi persoalan, menjadi salah satu penilaian dalam Pilgub Banten 2017 kali ini. Kalangan akademis menilai, ketidakjelasan riwayat pendidikan itu membuat pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) lebih diunggulkan.
“Mudah sekali melacak dan menilai calon dari aspek akademik, dari portopolio yang diserahkan saat daftar ke KPUD saja sudah menjadi indikator intelektualitasnya.” Tegas Baehaqi, MA., Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Secara akademis kata Baehaqi, pasangan WH-Andika yang memiliki riwayat pendidikan lebih mumpuni dibanding pesaingnya, tentu menjadi keunggulan tersendiri di kalangan pemilih.
“Secara jujur dan obyektif, bila dari sisi akademis pasangan WH-Andika lebih baik dan lebih unggul ketimbang Rano-Embay. WH lulusan S3 dan Andika lulus S2 sama-sama dari kampus yang populer, bahkan kuliah S1 WH dari kampus paling terkenal, Universitas Indonesia (UI). Istimewanya, baik WH maupun Andika sama-sama memperoleh nilai sangat baik atau cum lude di pendidikan terakhirnya.” Kata Baehaqi
Berbeda dengan WH-Andika, Pasangan Rano-Embay justru sebaliknya. Tidak adanya bukti izasah yang valid, membuat riwayat pendidikan keduanya dipertanyakan.
“Ini berbeda dengan Rano Karno yang hanya lulusan S1 dari kampus yang tidak populer dan tidak menyertakan ijazah SD, SMP, SMA, tapi hanya berbekal surat keterangan. Begitupun dengan pasangannya, H. Embay, pendidikan terakhirnya SMA menggunakan keterangan pengganti ijazah. Ini bisa kita downlod di website resmi KPUD Banten” tambah Baehaqi
Menurut kandidat Doktor Filsafat Islam UIN Jakarta ini, fakta ini harus dibuka ke publik agar indentitas para calon terang benderang dan memberikan keyakinan saat memilih pemimpinnya ke depan.
Senada, Dosen di Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. Suheri, SE. MM. Ahli ekonomi ini bahkan tidak hanya menilai dari sisi jenjang pendidikan, tapi lebih jauh dari dokumen visi, misi, dan program yang diserahkan para calon kepada KPUD Banten saat pendaftaran .
“Sangat nyata, bahwa WH-Andika adalah pasangan calon yang lebih siap dan memiliki visi, misi, dan program yang lebih baik dan komprehensif. Pemimpin kan harus dilihat dari visi dan misinya ke depan” ujar DR. Suheri.
Visi Misi WH-Andika yang diserahkan ke KPUD Banten, sangat sistemis, jelas dan terukur. Hal ini menandakan kesiapan dalam membawa Banten ke arah yang lebih baik.
“Visi misi WH-Andika sangat sistematis, jelas dan terukur, terdiri dari 17 halaman dengan desain dan lay out yang rapih. Sedangkan visi misi pasangan Rano-Embay hanya dari 4 halaman tanpa cover, bahkan di penutup ada tandatangan dan nama dengan tulis tangan. Visi yang diusung adalah “Banten bangkit, maju, dan sejahtera berlandaskan Iman dan Taqwa”, sedangkan WH-Andika mengusung visi “Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berahlakul karimah” Kata Dosen yang mengajar lebih dari 4 Perguruan Tinggi ini. (RED)
-
Sabtu, 27/10/2018 16:17 WIBTinjau Pelaksanaan Tes CPNS< Gubernur Beri Motivasi Ke Peserta
-
Jumat, 19/10/2018 10:31 WIBSiapkan Pelantikan Edi, Pemkot Cilegon Tunggu Surat Pemberhentian Iman Ariyadi
-
Senin, 08/10/2018 17:55 WIB
Qoriah Remaja Banten Siap Pertahankan Juara MTQ Nasional Ke-27