Internasional Students Day, Mahasiswa Banten : Stop Liberalisasi Pendidikan

Serang, Progresnews.com -- Tidak kurang dari 500 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten melakukan aksi refleksi dalam momentum Internasional Student Day.

Dalam aksi refleksi kali ini, massa yang terdiri dari beberapa kampus yang ada di Banten, seperti Untirta, IAIN dan Unsera. menyoroti persoalan pendidikan yang hingga saat ini masih menjadi barang mahal bagi masyarakat kelas bawah.

"Semangat peringatan internasional student day adalah semangat perjuangan para pelajar mahasiswa di Cekoslovakia di tahun 1939, melawan kapitalisasi pendidikan dan fasisme yang menghambat proses kebebasan intelektual para mahasiswa," kata Presiden Untirta Movement Community UMC), Jonah Silas, Kamis (17/11).

Kondisi yang terjadi kala itu kata Jonah, tak jauh beda dengan Indonesia saat ini. Pendidikan masih menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit. Akses masyarakat bawah terhadap pendidikan masih terbatas.

"kondisi pendidikan kita (Indonesia) masih mahal, dan itu semua merupakan hasil dari liberalisasi pendidikan melalui aturan UU PT No. 12 tahun 2012, dimana skema aturan itu memperkecil peran negara dalam mensubsidi anggaran untuk Perguruan Tinggi dan membuat terjadinya bisnis masuk dalam ruang akademik" jelas Jonah.

Lanjut jonah "aturan2 itu lah yang membuat pendidikan di Indonesia khususnya pada jenjang Pendidikan Tinggi masih sangat mahal. Dan hal demikian tentu telah menghianati makna pendidikan sebagai hak warga negara" lanjutnya.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 Wib, diawali dengan long march dari kampus Untirta ke IAIN dan dilanjutkan bertemu dengan masa mahasiswa dari Unsera.

Sebelum melakukan longmarch , ratusan massa aksi dari kampus Untirta sempat melakukan orasi didalam kampus, menuntut penyelesaian berbagai persoalan yang ada di kampus.

"aksi ini di lakukan di berbagai daerah di Indonesia dan negara lain dengan persoalan sama kapitalisasi pendidikan. Khusus Indonesia ini adalah modal menuju konsolidasi nasional" kata salah satu peserta aksi, Diego.

Aksi berakhir damai pada pukul 17.00 sore, dengan ditutup teaterikal sebagai simbol perlawanan terhadap kapitalisasi pendidikan di Indonesia. (Red)