Serang, Progresnews.com – Kuatnya cengkraman investor asing di Banten, membuat pengusaha lokal makin mengalami kesulitan.Seperti yang dikatakan Sekjen Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Hardinas Puspasari. Kekuatan modal asing, secara perlahan akan menggusur pengusaha pribumi.

"Kuatnya pengaruh modal asing semakin mempersulit pengusaha pribumi yang tergolong menengah ke bawah.Walaupun ada Undang-Undang tentang Penanaman Modal Dalam Negeri tapi peraturan tentang penyertaan modal masih ketat sehingga banyak pengusaha pribumi tersisih," ujar Sekjen HIPPI, Hardini Puspasari,

Berdasarkan informasi dari Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinis Banten Babas Suharsono, perkembangan investasi tahun ini di Provinsi Banten masih diominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sekira 60 – 70 persen. Sisanya penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Dari data tahun ini hingga September sudah mencapai Rp 42,5 triliun. Angka tersebut naik sebelum akhir tahun karena tahun 2015 lalu pada bulan Desember mencapai Rp45,4 triliun. Jadi untuk tahun ini sisa target tinggal Rp7 triliun lagi,” katanya

Secara nasional, lanjut dia, pertumbuhan PMA dan PMDN di Banten sudah mencapai Rp 4,2 triliun dengan 90 proyek. Proyek tersebut di antaranya dari sektor properti, industri, dan lainnya. (Baca Juga : Andika Khawatirkan TKA, Rano Karno Justru Buka Kran Asing Di Banten)

Sebaran investor asing di Banten muali menyeluruh di setiap wilayah. Mayoritas, terfokus ke wilayah Banten Utara, seperti di Kabupaten Tangerang. Jumlah tersebut kata Babar, akan terus naik dengan dibukanya Tol Serang-Panimbang .

“Kabupaten Tangerang masih menjadi wilayah yang menyumbang terbesar, baik PMA maupun PMDN. Menurut data nasional, jumlah PMDN Banten merupakan tertinggi keempat secara nasional setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. PMA di Banten merupakan tertinggi ketiga setelah Jakarta. Mayoritas para pelaku usaha di bidang industri,” ujarnya. (Red)