Serang, Progresnews.com -- Menyusutnya pasokan air menyebabkan ribuan lahan di Banten alami kekeringan berkepanjangan. Setidaknya ada 4.620 hektare (ha) sawah milik petani yang dilanda kekeringan, dimana 927 Ha diantaranya mengalami puso alias gagal panen.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Banten Agus M Tauchid mengatakan, pemprov Banten malalui dinas yang dikepalainya telah dan sedang menyiapkan bantuan pompanisasi untuk menyelamatkan sawah yang terancam puso.

“Kami di Provinsi Banten memiliki program pompanisasi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Khusus untuk yang gagal panen mendapatkan bantuan benijh melalui cadangan benih daerah,” Selasa (16/10).

Agus merinci ribuan hektare sawah yang tedampak kekeringan, diantaranya, terdampak ringan seluas 2.056 ha, terdampak sedang seluas 914 ha, terdampak berat seluas 723 ha dan puso seluas 927 ha.

“Menyusutnya pasokan air sebagai akibat tidak kunjung turunnya hujan atau kekeringan berkepanjangan membawa dampak terhadap padi di sawah. Kalau kekeringan ini terus berkepanjangan bukan tidak mungkin luas sawah yang terkena puso akan terus bertambah,” ujar Agus. (Red)