Jalan KP3B Mangkrak, Gubernur Perintahkan Kadis PUPR Selesaikan Akhir Tahun

Serang, Progresnews.com -- Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan pembangunan Jalan Syech Nawawi Al-Bantani atau jalan menuju KP3B bisa dirampungkan secepatnya, setelah beberapa bangunan pengganti untuk mesjid dan sekolah, serta pembebasan lahan selesai dibangun.

Proyek pembangunan Jalan Syech Nawawi Albantani yang mulai dikerjakan pada 2014, memang hingga sekarang masih menyisakan sejumlah bangunan yang belum dibebaskan. Bangunan yang belum dibebaskan tersebut berupa Sekolah Dasar Negeri (SDN), dua mesjid antara lain Mesjid Nurul Mubin, tanah kosong, rumah warga yang terkena pelebaran.

Gubernur yang akrab disapa WH saat meninjau lokasi bangunan pengganti, langsung memberikan perintah kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hadi Soeryadi untuk merampungkan bangunan pengganti agar jalan bisa secepatnya dirampungkan, “Akhir tahun ini harus sudah beres,” ujar Wahidin Halim, Jumat (13/10)

Pada kesempatan itu, WH juga menyempatkan melihat pekerja yang sedang mengerjakan bangunan pengganti mesjid, namun tidak ada satupun pekerja di tempat, “Ini baru tiang-tiang saja. Apa bisa selesai dalam waktu dekat ini. Mana para pekerjanya,” tanya Wahidin.

“Mereka istirahat, makan siang Pak Gubernur,” kata Hadi, menjawab pertanyaan Gubernur yang kebetulan datang bertepatan dengan jam istirahat sehingga para pekerja tidak ada di tempat.

Gubernur Wahidin memerintah agar bangunan pengganti seperti sekolah dan mesjid disegerakan pembangunannya,

“Jangan tunda-tunda lagi. Bangunan pengganti secepatnya dibangun penggantinya. Tanah yang belum dibebaskan, lakukan rundingan dengan warga dan bayar uang penggantinya,” ucap Wahidin.

Kepala Dinas PUPR yang mendapat perintah dari Gubernur berjanji akan menyelesaikan sesuai dengan waktu yakni akhir tahun ini, “Saya yakin ini bisa diselesaikan pada akhir tahun ini. Meski gedung pengganti belum sempurna 100 persen tapi bila sudah bisa dimanfaatkan, gedung lama langsung dibongkar dan dirubuhkan,” tutur Hadi Soeryadi.