Kebut Program, Gubernur Langsung Pimpin Rapat Di Hari Pertama Kerja

Serang, Pogresnews.com -- Hari pertama kerja usai libur lebaran, Senin (3/7) kemarin, Gubernur Banten Wahidin Halim langsung mengumpulkan semua pejabat di lingkungan Pemprov Banten untuk membahas program kerja tahun anggaran 2018 yang tengah berjalan.

Usai memimpin apel ASN Pemprov Banten di lapangan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, dengan didampingi Wagub Andika Hazrumy, Wahidin Halim memimpin rapat secara marathon di aul Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Banten yang dimulai sejak pukul 9.00.

Hadir pada rapat tersebut semua pejabat eselon II pimpinan OPD atau organisasi perangkat daerah yang seluruhnya berjumlah 41 OPD. Turut bersama mereka dalam rapat itu seratusan pejabat eselon III dan IV yang menjadi bawahan para pimpinan OPD.

Sempat di skor selama 1 jam pada pukul 12.00 untuk istirahat, shalat dzuhur dan makan siang, rapat kembali dilanjutkan pada pukul 13.00. Rapat yang dilakukan secara tertutup dari awak media itu akhirnya selesai sekitar pukul 16.00.

“Tadi kita membahas tentang program kerja di tahun anggaran 2017 yang harus selesai paling lambat semuanya pada November. Ini agar programnya bisa berkelanjutan di perubahan (APBD-P 2018),” kata Wahidin yang akrab disapa WH.

Dari laporannya yang diterima dalam rapat tersebut kata WH, progress pelaksanaan anggaran pada APBD 2017 rata-rata sudah mencapai 40 persen. Wahidin mengaku, dirinya menekankan agar pelaksanaan anggaran pada sejumlah pembangunan fisik harus mendapatkan prioritas. “Kami ingin agar pembangunan jalan di jalur-jalur wisata yang dianggarkan tahun ini bisa rampung semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, keterangan Sekretaris Daerah Pemprov Banten Ranta Suhart, rapat beragendakan pembahasan tentang persoalan-persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan anggaran di APBD 2017 ini. “Besok kita rapat lagi, dan agendanya baru kita akan bahas soal anggaran,” kata Ranta.

Ranta juga mengatakan pelaksanaan anggaran APBD 2017 sampai saat ini baru terealisasi rata-rata di angka 40 persen. Ranta juga membenarkan jika fokus Pemprov Banten saat ini terkait program kerja dan anggaran diantaranya adalah yang menyangkut pembangunan infrastruktur.

“Memang seperti di DMBTR (dinas bina marga dan tata ruang) itu kendalanya masih seputar lelang. Makanya kalau ada yang gagal lelang, di perubahan itu nanti tidak boleh (dilanjut), karena kan waktunya di perubahan itu sempit,” ungkapnya. (Red)