KESEPAKATAN DITANDATANGANI, PAPUA DAMAI!

2 hari ago Regional Leave a comment 145 Views

Berita Terkait

H+3 Lebaran, Kawasan Puncak Macet Total

5 jam ago

Kepadatan Arus Balik Mulai Terlihat Dibeberapa Titik

14 jam ago

Papua Dibakar, Benarkah Operasi Intelejen?

1 hari ago

Papua, Progresnews.com — Menindaklanjuti insiden di Distrik Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Dua kelompok yang berselih akhirnya menjalin kesepakatan damai. Kesepakatan damai tersebut, dihadiri oleh pejabat daerah dan pemuka agama dari dua kelompok yang berselisih paham.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende dan Panglima Daerah Militer XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal Fransen G Siahaan turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patride Renwarin membenarkan adanya pertemuan serta penandatanganan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

“Pertemuan Muspida dengan para tokoh agama di Tolikara sudah terlaksana di Karubaga,” kata Patridge, Sabtu (18/7).

Adapun poin kesepakatan damai tersebut menurut Patridge diantaranya, pemerintah daerah akan memberi bantuan pada warga yang kiosnya terbakar. “Pemda juga memberi bantuan modal usaha,” ujarnya. Kapolda dan Pangdam dalam kesempatan itu juga berkenan memberi bantuan pada warga yang menderita kerugian akibat kerusuhan.

Selain itu kedua kelompok juga menyepakati bahwa inssiden yang mencederai kerukunan antar umat beragama tersebut akan dibawa ke jalur hukum. Siapapun yang bersalah harus ditindak. Bahkan penyelidikan juga tak sebatas pada masyarakat sipil.

Sementara itu, adanya penembakan yang melukai penyerang yang dilakukan oleh aparat keamanan akan diinvestigasi. Kapolda menurutnya akan menyelidiki apakah tembakan yang dilepaskan petugas saat kejadian sudah sesuai dengan prosedur standar atau tidak.

“Di dalam rapat semua sepakat baik dari GIDI (Gereja Injili di Indonesia) maupun dari tokoh muslim di Tolikara untuk menahan diri dan menjaga perdamaian,” kata Patridge.

Kesepakatan nantinya akan jadi kerangka kerja bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Hingga saat ini menurut Patridge situasi di Karubaga dilaporkan kondisif. Beberapa petugas keamanan masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Untuk proses penegakan hukumnya, saat ini polisi baru memeriksa lima orang saksi. Namun untuk menjaga situasi kondusif, polisi memilih untuk berhati-hati menangani kasus ini karena dikhawatirkan akan kembali terjadi perpecahan.

Diketahui, paska insiden pembakaran mushala, rumah warga dan beberapa kios di Kabupaten Tolikara itu, sejumlah tokoh ikut menyuarakan perdamaian, agar konflik tidak membesar.

Sejumlah tokoh agama Papua, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Gereja Injili di Indonesia (GIDI), pun meminta maaf kepada umat muslim atas insiden tersebut. Mereka menyayangkan adanya hal tersebut di Papua yang baru pertama terjadi.

Dilain pihak, pemerintah melalui Kementrian Agama, meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi yang menimbulkan konflik semakin besar. (PN06

Facebook

Twitter

Google +