Serang, Progresnews.com -- Gubernur Banten Rano Karno mulai melakukan kampanye dini untuk pencalonannya di Pemilihan Gubernur Banten 2017 mendatang. Kampanye itu dilakukan dengan membagi-bagikan kalender ketika ia menyerahkan dana bantuan kepada para penyuluh pertanian, kehutanan dan perikanan di lapangan Kopassus, Serang, Rabu (24/02)

Ikhsan Ahmad selaku pakar komunikasi politik lokal menyebut bahwa aksi bagi-bagi kalender yang dilakukan Rano Karno tidak lain adalah upaya kampanye dan pencitraan menjelang Pilgub Banten yang akan digelar 2017 mendatang.

"Kelakuan itu menjadi ciri bahwa apapun momentnya harus menjadi ajang kampanye, kegiatan-kegiatan atau program pemerintah menjadi tereduksi baik makna maupun aktivitasnya pada suatu upaya kampanye" Kata Ikhsan yang juga dosen di Untirta saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (25/02)

Bahkan, ketika melihat kalender yang dibagikan Rano kepada para Penyuluh se-provinsi Banten itu, Ikhsan pun dengan tegas menyebut bahwa aktivitas itu merupakan ajang kampanye yang memanfaatkan program pemerintah, "Itu sih kampanye banget, berlindung dibalik program pemerintah" tegas Iksan

Dalam kalender yang dibagikan tersebut, terpampang foto Rano Karno dengan ukuran super besar. Sisanya, foto Rano yang tengah mencium tangan nenek-nenek renta, bercengkrama dengan masyarakat, memberikan bantuan dan aktivitas sosial lainnya menghiasi kalender yang berlatar merah tersebut. Tepat disamping kanan atas tertulis "Saya Yakin Dengan Dekat dan Mendengarkan Mereka, Kita Bisa Merasakan Keluh Kesahnya"

Keberadaan Foto ukuran super besar Rano Karno dalam kalender tersebut menurut Ikhsan sangat tidak penting dan tidak patut jika ditinjau dari perspektif pembangunan Banten,

"Keberadaan Rano menjadi tidak penting dalam kalender itu, dalam perspektif kepentingan pembangunan karena, pertama, Pasti kalender itu dibuat dari uang rakyat. Kedua, urgensinya mesti dipertanyakan pada skala prioritas pendanaan sekecil apapun, termasuk pembuatan kalender itu, dan terakhir, Rano lebih menonjolkan sisi pencitraan pribadi dari pada membangun image visi dan orientasi/tujuan banten kedepan" tutup Ikhsan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) Gilang Erdy. Gilang menysinyalir adanya upaya kampanye politik Rano Karno menjelang Pilgub Banten 2017, dengan memanfaatkan program pemerintah.

"Seharusnya Rano Karno bisa memposisikan dirinya dimana saat menjadi pimpinan tinggi daerah (gubernur) dan di mana saatnya menjadi salah satu calon gubernur banten 2017. Aksi bagi-bagi kalender disaat agenda pemerintahan daerah tentu bukan tindakan yang bijak dari seorang Gubernur" kata Gilang melalui pesan singkat, Kamis (25/02)

Gilang berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terlebih dilakuakan atau ditiru oleh calon lain yang masih memiliki jabatan dipemerintahan.

"Tentu Himpunan Mahasiswa Serang, dalam rangka menuju pilgub 2017 mendatang, menginginkan perpolitikan yang sehat dan demokratis untuk lahirnya pemipin yang jujur, adil dan bijaksana" kata gilang

Diketahui, Usai menggelar Apel bersama penyuluh pertanian, kehutanan dan perikanan se-provinsi Banten yang digelar dilapangan Kopassus, Serang, Rabu (24/02) kemarin, selain memberikan dana bantuan, Gubernur Banten Rano karno juga membagikan kalender yang bergambar foto dirinya. (Iqbal/Haedi/PN06)