Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional, Indonesia Raih 10 Medali dan Absolute Winner

Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional, Indonesia Raih 10 Medali dan Absolute Winner

15 hari ago Pendidikan Leave a comment 82 Views

Berita Terkait

Indonesia Raih Emas Lomba Matematika Di Bulgaria

17 hari ago

Mahsa University Malaysia Berikan Beasiswa S2 dan S3

20 hari ago

University Of Adelaide Berikan Beasiswa Full Bagi Mahasiswa Pascasarjana

21 hari ago

Jakarta, Progresnews.com — Sebagai tuan rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics/IOAA) tahun 2015 ini. Indonesia menyumbangkan prestasi yang membanggakan dengan raihan 10 medali.

Pada penutupan Olimpiade Astronomi di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta pada Senin (3/8) malam, delegasi Indonesia meraih 10 medali dengan rincian, 2 emas, 6 perak, 1 perunggu dan 1 Honorable Mention. Selain itu, Indonesia juga berhasil menyabet penghargaan khusus kategori Best Observation dan Best Data Analysis.

Bahkan, salah satu siswa berprestasi yang tergabung dalam tim, Joandy Leonata Pratama mendapatkan 3 posisi juara sekaligus. Joandy mendapatkan medali emas dengan ranking tertinggi dari total 11 orang, kemudian menyabet Best Observation dan Absolute Winner.

Sementara itu, dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 ada empat jenis yang dipertandingkan, yaitu tes observasi, tes teori, analisis data dan kompetisi tim untuk memilih tim terbaik. Soal-soal untuk keempat jenis pertandingan tersebut disiapkan oleh Tim Akademik tuan rumah, yaitu Indonesia.

Untuk tingkat kesulitannya sendiri, Soal-soal IOAA 2015, memiliki variasi dari yang mudah, sedang, hingga sulit. Soalnya berupa soal pendek, soal panjang, dan analisis data. Beberapa soal yang biasanya digunakan dalam olimpiade astronomi antara lain menghitung tingkat kecerlangan bintang, mengukur diameter cahaya bintang, persamaan waktu, dan lain-lain.

Sedangkan untuk soal teori, terdapat tujuh materi yang dimasukkan dalam soal. Ketujuh materi itu adalah dasar astrofisika, koordinat dan waktu, tata surya, bintang, sistem stellar, kosmologi, instrumentasi dan antariksa teknologi. Acara yang telah memasuki tahun ke-9 tersebut diselenggarakan di Magelang, Jawa Tengah, pada 26 Juli-4 Agustus 2015. (Kemendikbud/PN06)

Facebook

Twitter

Google +