Serang, Progresnews.com -- Partai Pengusung pasangan WH-Andika, menghormati keputusan Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya untuk hadir pada Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP, Tangerang, (14/10) kemarin.
Wakil Ketua PD Golkar Banten, Fitron Nur Ikhan mengatakan, menjadi kewajaran bagi Jayabaya kembali ke fatsun partai. Bagaimanapun kata Fitron, Jayabaya hingga saat ini masih merupakan kader PDIP.
"Kami menghormati keputusan Pak Mulyadi Jayabaya (JB), untuk kembali ke rumah politiknya. Biar bagaimana pun Pak JB dan putranya mengabdi di PDIP. Sehingga keputusan menyatakan dukungan kepada pasangan calon yang didukung PDIP mengakhiri dilematis personalnya" kata Fitron kepada awak media, Jumat (14/10) malam
Fitron justru mengapresiasi langkah JB yang kembali pada PDIP. Dengan begitu, bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi tokoh partai politik untuk bisa mempertahankan nilai-nilai kaderisasi yang selama ini telah dijalankan.
Saya rasa itu pilihan yang paling pas untuk beliau ambil. Toh pilgub cuma kompetisi musiman, tapi hubungan dan harmoni ideologi partai akan ia butuhkan lebih panjang di partai yang membesarkan beliau" kata Fitron
Terkait dukungan yang selama ini diberikan Jayabaya kepada pasangan WH-Andika, Fitron yang juga anggota DPRD Banten itu menatakan, keputusan Jayabaya kembali ke PDIP, menjadi pelecut semangat bagi untuk lebih giat dalam memenangkan pasangan WH-Andika.
"Namun demikian, kami berterima kasih kepada beliau yang beberapa bulan ini menanamkan nilai-nilai perjuangan dan semangat untuk bertarung secara ksatria dan mewujudkan pilkada yang inspiratif. Kami akan pegang kuat dan meski singkat tidak akan kami melupakan momen-momen berharga itu" tambah Fitron
Sementara itu, Sekretaris tim kampanye pemenangan pasangan Wahidin-Andika, Media Warman mengaku belum mendengar kabar keluarnya Mulyadi Jayabaya dari tim.
Menurut Media Warman, dirinya perlu memverifikasi kebenaran Mulyadi Jayabaya keluar dari ketua penasihat tim Wahidin-Andika. Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan tersebut.
"Belum tahu saya, saya harus tanya dulu benar atau nggak," ujar Media Warman saat dihubungi oleh detikcom, Jumat sore (14/10).
Ia menambahkan bahkan saat dihubungi oleh detikcom mengaku belum mendapatkan surat pengunduran diri Jayabaya dari penasihat tim. "Sampai saat ini tidak ada surat pindah, belum ada (pemberitahuan)," kata Media. (Red)

