Pegawai Honorer RSUD Banten Keluhkan Uang Jasa Layanan 2017 Belum Dibayar
Serang, Progresnews.com -- Pegawai honorer RSUD Banten datang mengadukan nasibnya kepada Gubernur Banten Wahidin Halim di rumah dinas Jalan Achmad Yani, Kota Serang , Selasa (15/8) malam. Mereka mengeluhkan berbagai hal antara lain belum dibayarkan uang dibayarkan oleh manajemen uang jasa layanan.
Pegawai yang datang malam itu sekitar 35 orang mewakili 563 pegawai honorer yang bekerja di RSUD Banten di Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Mereka itu terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, bidan, bidang laboratorium, dan lainnya.
“Sejak Januari 2017 ini, jasa layanan tidak dibayarkan oleh manajemen karena distop oleh Dinas Kesehatan,” ujar Ade Firmansyah, yang sehari-hari bertugas sebagai perawat.
Awalnya kata Ade, RSUD berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak Januari 2017. Adanya perubahan tersebut sehingga ada surat keputusan (SK) tentang perubahan dibuatkan yang baru.
“Informasi yang kami terima, Dinas Kesehatan belum mengucurkan uang jasa layanan karena bagian hukum belum menyelesaikan pembuatan surat keputusan untuk perubahan tersebut,” tutur Ade.
Pegawai honorer lainnya, Sony menjelaskan setelah berubah menjadi BLUD jasa pelayanan bagi pegawai honorer rumah sakit berasal dari pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Guna mengeluarkan uang jasa layanan tersebut harus diterbitkan SK oleh Inspektorat.
Selain itu, kata Sony, uang jasa layanan pun bisa berasal dari pasien yang datang berobat dengan berbekal Surta Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Uang jasa layanan SKTM sejak Januari 2017 dibagi menjadi tiga yakni untuk Dinas Kesehatan, RSUD Banten, dan RSUD Malingping.
“Nah, uang jasa layanan yang berasal dari SKTM pun belum dikeluarkan. Kami terima honor tidak sampai Rp 1 juta karena uang jasa layanan tidak ada. Akibatnya, sekarang ini menjadi timbul hutang. Ini bisa menghambat kinerja kepada pasien,” ungkap Sony.
Oleh karena itu, kata Agus, pegawai honor lainnya, berharap kepada Gubernur Banten dapat menyelesaikan persoalan yang ada di RSUD Banten. “Jangan biarkan kami bekerja dalam kondisi yang tidak menentu Pak Gubernur,” ucap Agus.
Menanggapi pengaduan pegawai honorer tersebut, Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengatakan agar pegawai RSUD Banten tetap bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik terhadap semua pasien yang datang. “Layanani semua pasien yang datang ke RSUD Banten dan jangan ada yang ditolak,” jelas Gubernur.
Gubernur mengatakan bila kinerja seluruh pegawa baik yang PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun honorer di RSUD Banten bagus akan meningkatkan jumlah pasien yang datang berobat. Bila jumlah pasien yang datang berobat terus meningkat tentunya jasa layanan akan ikut meningkatkan.
“Ini yang lebih penting, berikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. Kalau kita sakit tapi tidak mendapat pelayanan yang baik, tentu mengecewakan. Saya minta pegawai honorer jangan ada mengecewakan pasien,” ujar Gubernur Wahidin.
Mengenai uang jasa layanan belum dikeluarkan, kata Gubernur, nanti pimpinan RUSD, Dinas Kesehatan, Inspektorat akan dipanggil untuk mengetahui persoalan. “Insya Allah dalam waktu dekat ini akan selesai. Saya minta kepada kalian semua, jangan ada yang korupsi dalam menjalankan tugas di RSUD,” tutur Gubernur (Red)
-
Sabtu, 27/10/2018 12:00 WIBGubernur Disambut Hangat Kyai & Santri Ponpes Darel Azhar Lebak
-
Senin, 22/10/2018 11:15 WIBPekan TTG 2018, Banten Juara I Posyantek Tingkat Nasional
-
Rabu, 17/10/2018 16:45 WIB
Musrembang Regional Jawa-Bali, WH Paparkan Hubungan Industri dan Sekolah di Banten