Rayakan HUT Repulik Indonesia, Google Pasang Doodle Merah Putih

3 hari ago Ragam Leave a comment 44 Views

Berita Terkait

Ditanya Jokowi Soal Bawa Baki, Cia Jawab Dengan Bijaksana

1 hari ago

Atut Tak Dapat Remisi, Nazaruddin Dan Gayus Direkomendasikan KPK

2 hari ago

Masyarakat Baduy Minta Presiden Akomodir Agama Sunda Wiwitan Dalam KTP

2 hari ago

Jakarta, Progresnews.com — Jika hari ini kebetulan anda membuka website google, maka anda akan disuguhkan doodle menarik tentang kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuh tulisan Google berwarna merah putih, mengapit tugu proklamasi sebagai simbol dua tokoh yang menjadi barisan utama dalam perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan.

17 Agustus 1945 merupakan hari kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Repulbik Indonesia, ditandai dengan dibacakannya proklamasi oleh dua tokoh sebagai perwakilan seluruh rakyat Indonesia, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Lantas, tanggal itu pun, dirayakan setiap tahun di seluruh pelosok nusantara, untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah ikhlas mengorbankan harta dan nyawanya demi kemerdekaan republik.

70 tahun yang lalu, satu hari sebelum proklamasi di bacakan di hadapan publik, Para pemuda pejuang termasuk Chaerul saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih dan pemuda lainnya membawa soekarno, beserta fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan dan Hatta ke Rengasdengklok yang kemudian dikenal dengan peristiwa rengasdengklok.

Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.

Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan seluruh rombongan kembali ke Jakarta.

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, Lalu bertemu dengan Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo , tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam.

Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi.

Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Dan Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik Mayor Dr. Hermann Kandeler (dari kantor perwakilan AL Jerman). Dan pembacaan proklamasi dilakukan dikediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).

Pada pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA yaitu Latief Hendraningrat dibantu oleh Soehoed dan seorang pemudi membawa nampan berisi bendera Merah Putih . Setelah bendera berkibar, hadirin pun angsung menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Perjuangan para pahlawan baik yang teridentifikasi maupun yang tidak, dalam me-merdeka-kan Indonesia tentu menjadi sebuah pejuangan besar yang patut dihargai. Sederhannya, seluruh masyarakat Indonesia, tentu waji mengisi kemerdekaan di tanah pertiwi ini dengan penuh tanggung jawab, agar tidak ada lagi penjajahan baru dalam bentu apapun. (PN06)

Facebook

Twitter

Google +