Resmikan Gedung Unbaja, Gubernur WH Soroti Pengangguran Di Banten
Serang, Progresnews.com -- Banten sebagai salah satu provinsi yang memiiki industri yang cukup banyak seharusnya mampu memperkecil angka pengangguran. Namun faktanya, pengangguran di provinsi ini masih saja tinggi, lantaran serapan tenaga kerja justru diisi oleh orang luar Banten.
Gubernur Banten Wahidin Halim saat meresmikan gedung Universitas Banten Jaya, Kota Serang, Senin (6/11 ), mengaku prihatin dengan keadaan masih serapan tenaga kerja yang justru diambil dari luar Banten. Seperti halnya pada proyek pembangunan PLTU Jawa 7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Proyek yang dibangun dengan skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) oleh konsorsium China Shenhua Energy Company Limited itu, ternyata banyak di isi oleh tenaga kerja dari luar Banten.
“Yang saya prihatin, Pak Jokowi bilang 10 ribu orang akan kita terima menjadi pegawai di sini, terbuka untuk rakyat Banten. Tahap pertama dimulai dengan membuka 3 ribu orang. Tapi setelah saya cek satu per satu pegawainya. Mulai dari tukang batu, pasir, aduk semen, sampai bikin pondasi itu ternyata warga dari luar,” kata Wahidin Halim, Senin (6/11)
Seperti halnya pembangunan PLTU, proyek Semen Merah Putih yang ada di Bayah pun banyak diisi oleh warga negara asing. Wahidin sendiri sudah menanyakan perihal itu kepada manajemen perusahaan.
“Saya tanya ke manajemennya kenapa? Ternyata orang asing bekerja dari pagi sampai jam satu malam. Siap mereka bekerja. Termasuk yang bekerja di Semen Merah Putih yang ada di Bayah,” ujarnya.
Wahidin tidak memaparkan alasan kenapa banyak warga negara non lokal dan asing yang bekerja pada proyek di Banten. Meski begitu ia berhadap ke depan, masyarakat Banten mampu bersaing sehingga bisa menyerap lapangan kerja yang ada.
“Kita harus bisa bersaing kita jangan ketinggalan. Kita harus bisa membangun semangat bersaingan. Bukan secara politik tapi secara kompetitif,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa melihat ketidaksiapan warga Banten, khususnya masyarakat Kabupaten Serang dan Kota Serang dalam mengisi lowongan-lowongan kerja saat ini. Hal itu karena minimnya tenaga teknis yang bisa terjun ke dunia industri.
“Mohon maaf kalau ada Sarjana Agama, atas Sarjana Pendidikan mungkin sulit masuk ke wilayah industri. Begitu juga dengan tenaga pemerintahan. Makanya kita perlukan tenaga teknik untuk masuk ke wilayah industri,” kata Panji. (Red)
-
Rabu, 24/10/2018 17:43 WIB
Untuk Kedua Kalinya, Untirta Gelar International Conference On Food Security Innovation
-
Senin, 22/10/2018 14:58 WIB
Peksiminas 2018, Mahasiswa Banten Sukses Boyong 4 Penghargaan
-
Minggu, 21/10/2018 17:00 WIB
SMANSA Ekspo 2018, Pendidikan Gratis Pacu Kreatifitas Anak Didik