Tangerang, Progresnews.com -- Nama Rocky Gerung mendadak menjadi perbincangan di jagad media sosial setelah pernyataan beraninya yang menyebut pemerintah sebagai biang dari penyebaran hoax, pada salah satu acara di stasiun televisi nasional, Selasa (17/1) .
Rocky Gerung menjadi nama yang banyak di cari di mesin pencari Google. Bahkan berdasarkan data statisti Google Trend, hingga Pukul 15.00, Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), tersebut sudah di cari lebih dari 10ribu pencarian di Google. Nama dirinya pun masuk jajaran teratas.
Rocky Gerung mulai menjadi pembicaraan saat dirinya mengeluarkan statement pedas terhadap pemerintahan Jokowi dalam mengelola informasi. Menurut dia, pemerintah saat ini sedang panik terhadap banyaknya isu negatif yang dialamatkan ke presiden Jokowi.
“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya,” kata Rocky dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang bertemakan Hoax di TVOne , Selasa (17/1), malam. Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.
Menurutnya, justru pembuat berita bohong atau Hoa yang sebenarnya adalah pemerintah sendiri. Pasalnya, pemerintah di nilai Rocky memiiki fasilitas mumpuni untuk membuat dan menyebarkan hoax.
"Pembuat hoax terbaik adalah penguasa," katanya. Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. "Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky. (Red)

