Serang, Progresnews.com -- Buruknya komunikasi politik Bakal Calon Gubernur petahan Rano Karno diakui oleh Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Pusat, Dharmono K Lawi. Hal itu pulalah yang membuat rekomendasi penetapan Rano Karno sebagai calon yang akan diusung, serta pendampingnya belum juga dikeluarkan DPP.

“Sebagai pribadi saya punya kaitan sejarah dengan Banten. Saya ikut merasa prihatin soal komunikasi politik (Rano Karno-red). Bilangnya sudah clear dengan partai ini, partai itu. Tetapi kita sudah kroscek, komunikasi politik tidak jalan,” kata Dharmono kepada awak media , Rabu (18/8)

Tidak hanya Dharmono, lemahnya komunikasi politik Rano Karno juga telah diketahui seluruh jajaran di DPP PDI Perjuangan, “Sekjen dengan para petinggi partai lain di pusat pasti juga sudah mengkroscek. Kita (DPP) sudah tahu semua, itu tidak jalan,” kata dia lagi.

Padahal, menjadi keharusan bagi PDI Perjuangan untuk berkoalisi dengan partai lainnya pada Pilgub Banten. Pasalnya, partai pemenang pemilu 2014 itu hanya memiliki 15 kursi di DPRD Banten dari 17 kursi yang dipersyaratkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Untuk Banten mutlak, perlu ada partai lain yang menjadi koalisi. Namun saya tidak bisa berkomentar lebih jauh. Karena ini bukan domain saya. Saya di BP Pemilu, hanya menunggu instruksi setelah rekomendasi keluar,” kata dia

Lemahnya komunikasi politik Rano Karno juga sempat diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Hanura Banten. Eli menyebut, Rano jarang sekali melakukan komunikasi, misalnya berupa pertemuan-pertemuan dengan parpol di Banten, kaitannya dengan persoalan menjalankan pemerintahan di Banten.

“Gubernur kan Pembina parpol, sudah seyogyanya beliau selalu berkomunikasi dengan parpol sebagai representasi rakyat di Banten dalam menjalankan pemerintahan,” kata Eli beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, rencana deklarasi Rano Karno sebagai Calon Gubernur sekaligus mengumumkan pendamping Rano di Pilgub Banten 2017 batal dilaksanakan. Padahal sebelumnya santer diberitakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan langsung mengumumkan siapa pendamping Rano tersebut. (Haedi/Red)