Peraih hadiah Nobel perdamaian Maria Ressa dan Urvashi Aneja mengeksplorasi bagaimana perkembangan AI saat ini berdampak pada Dunia Selatan.

Meskipun banyak alat kecerdasan buatan (AI) yang menjadi berita utama saat ini dirancang di Silicon Valley, sebagian besar tenaga kerja yang memicu ledakan tersebut berbasis di negara-negara Selatan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang akan memperoleh manfaat dari teknologi ini dan berapa biayanya.

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Maria Ressa dan direktur Digital Futures Lab, Urvashi Aneja, mengeksplorasi dampak AI terhadap masyarakat di negara-negara Selatan – mulai dari kondisi ketenagakerjaan hingga demokrasi dan lingkungan – dan mengapa negara-negara perlu bergerak lebih dari sekadar “menangkap” up with the North” ketika memutuskan peran apa yang dapat dan harus dimainkan oleh AI dalam masyarakat mereka.

Sumber

Previous articleTonton Rick Astley Cover 'Surat Izin Mengemudi' Olivia Rodrigo untuk BBC Radio 2
Next articleIlara Health di Kenya mendapat dukungan $4,2 juta untuk memperluas layanan dukungan klinik
Freelance journalist covering Indonesia and Timor-Leste. Bylines in the South China Morning Post, Nikkei Asia, The Telegraph and other outlets. Past TV work for ABC News US, Al Jazeera English and TRT World. Previously reported out of Taiwan.