Tangerang, Progresnews.com -- Tokoh masyarakat di sejumlah wilayah Tangerang Raya memastikan akan mendukung penuh sekaligus memilih pasangan Cagub dan Cawagub Banten yang merupakan asli warga Banten .
“Kita percaya calon yang asli warga Banten tidak akan membiarkan warganya terpuruk,” ujar Tokoh Masyarakat Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, H. Nawawi, Senin (30/1).
Nawawi menjelaskan, kemajuan pembangunan yang terjadi di negara ini, termasuk di Provinsi Banten dinilainya lebih berpihak pada pemilik modal. Sementara kebijakan pembangunan kesejahteraan masyarakat masih jauh dari harapan.
“Ya saat ini kita cuma nonton doang. Pembangunan ya pembangunan, masyarakat tetap saja kesulitan. Sulit makan, sulit sekolah, sulit sehat, apalagi sejahtera. Masih jauh. Jadi sebenarnya pembangunan itu buat siapa,” keluh Nawawi.
Ditambahkan tokoh masyarakat lainnya, Yumni Salim, bahwa calon pribumi dinilai sangat memahami kondisi masyarakat Banten, termasuk mencintai para ulama, mencintai para santri dan mencintai fakir miskin.
“Kami tidak ingin Banten menjadi rumah kedua bagi orang asing. Dan kami masyarakat makin terpojok dan tetap jadi penonton karena minimnya kepedulian mengangkat harkat sumberdaya manusia Banten,” tuturnya.
Seraya mengajak agar warga masyarakat di wilayah Tangerang dan masyarakat di Banten memilih pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.
“Pak WH itu warga asli Benteng Kota Tangerang, dan pak Andika orang Serang. Jadi orang Banten semua. Kalau pasangan lain mah orang Jakarta,” tegasnya.
Sementara pada sambutan kampanye tatap muka, Cawagub Banten nomor urut 1, Andika Hazrumy mengatakan, sebagaimana visi dan misi pasangan WH-Andika, pembangunan sumberdaya manusia yang mandiri, berdaya saing dan menciptakan masyarakat yang sejahtera merupakan fokus kerja pasangan WH-Andika dalam sejumlah program ke depan.
Tentu visi misi yang digagas tersebut, kata Andika, tidak berdiri sendiri melainkan melihat situasi masyarakat Banten yang hingga saat ini masih belum menikmati pembangunan. Maka kedepannya, butuh sinergitas dari pemimin terpilih untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan di Banten.
“Tingginya investasi di Banten saat ini misalnya, tidak menurunkan angka pengangguran. Parahnya lagi saat ini, angka pengangguran kita tertinggi di Indonesia. Ini bukti kebijakan investasi yang memposisikan masyarakat masih jadi penonton. Oleh karena itu, kita (WH-Andika) hadir membawa dan membangun semangat Banten ke arah yang lebih optimis. Mandiri, berdaya saing dan harus sejahtera,” pungkasnya. (Red)

