Tunggu PPP, Rano Karno Batal Ikut Daftar Serentak Ke KPU

Serang, Progresnews.com -- Alih-alih menunggu keputusan dari PPP, Bakal Calon Wakil Gubernur yang akan mendampingi Rano Karno pada Pilgub Banten 2017 mendatang tak kunjung di umumkan PDIP. Rano pun, terpaksa harus kembali menunggu.

Akibatnya, Rano Karno akan mendaftar ke KPDU dihari terakhir pendaftaran yakni Jumat (23/9). Padahal, semua calon yang diusung PDIP disemua daerah, rencananya akan mendaftar secara serentak ke KPUD masing-masing, Rabu (21/9) hari ini.

"Banten dengan PPP, kami masih tunggu konfirmasi PPP, tinggal itu saja. Dari DPP sudah tinggal menunggu persetujuan PPP mengingat kami tidak bsa mengusung sendiri, bekerja sama dengan PPP," ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Gedung DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) malam.

Menurut Hasto, nama yang disusulkan oleh PPP sebenarnya sudah keluar, namun belum disampaikan dalam bentuk surat resmi. Untuk itu, PDIP kata Hasto menunggu surat resmi PPP.

"Mereka sudah ada tapi kita belum menerima itu. Maka itu akan didaftarkan Jumat (23/9) setelah jumatan. Mengusulkan kan kita lihat dari surat rekomendasinya kan, supaya ada legalitasnya," tutur dia.

Galal diumumkannya pendamping Rano Karno ini bukan terjadi pertama kali, Pada bulan Agustus lalu, PDIP juga rencananya akan langsung mendeklarasikan Rano karno dan pendampingnya di Stadion maulan Yusuf. Namun, entah alasan apa, deklarasi itupun batal dilakukan.

Berdasarkan informasi, alotnya penentuan wakil untuk Rano Karno ditenggarai karena adanya ketidakcocokan antara PDIP Banten dengan tim 'pembisik' Rano Karno.

Seluruh PDIP Banten telah bersepakat untuk mengusung Walikota Serang TB. Hairul Jaman sebagai pendamping Rano. Namun para 'pembisik' Rano Karno, tidak menyepakati dan mengusulkan nama lain.

Alhasil, ketidakcocokan ini membuat penentuan waki untuk Rano Karno membutuhkan waktu yang sangat aBahkan, dari rumor yang berkembang, jika Rano tetep 'keukeuh' enggan berdampingan dengan TB. Hairul Jaman, maka 8 DPC PDIP akan mengundurkan diri. (Red)

TAG politik