Ulama menilai kondisi Banten saat ini jauh dari harapan Masyarakat
Serang, Progresnews.com - Salah satu tokoh ulama Banten, KH. Matin syarkowi menilai situasi Provinsi Banten saat ini jauh dari harapan masyarakat dan cenderung mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan dalam acara dialog publik dengan Tema "Menyikapi Situasi Politik di Banten" yang diselenggarakan oleh Komunitas Soedirman 30 (KMS 30) di kampus IAIN SMH Banten, Rabu (16/3) siang.
Penilaian kiyai Matin Soal kondisi Banten saat ini, melingkupi kondisi Politik, Investasi, Pemerintahan Dan penegakkan hukum. Menurutnya, keempat aspek tersebut tidak memberikan manfaat terhadap masyarakat Banten.
Dalam aspek investasi dan pemerintahan misalnya, Ulama yang mengawal masyarakat Baros-Cadasari dalam konflik dengan Mayora Group ini menilai Pemprov harus cerdas memilih Jenis investasi yang masuk ke Banten.
"Pemprov Banten harus cerdas menilai Jenis investasi yang masuk. Yang kontradiktif dengan masyarakat, jangan di izinkan usaha", ujar Kiyai Matin.
Sebagai contoh, ia menjelaskan tentang Mayora Group yang Jenis usahanya kontradiktif dengan masyarakat Baros-Cadasari.
"Jenis usaha yang kontradiktif dengan masyarakat adalah perusahaan air Mayora itu. Masyarakat disana kan diproyeksikan Untuk jadi Agroindustri, kenapa usaha yang bisa nyedot air banyak malah diizinkan? 125 hektar lahan pertanian warga akhirnya tidak bisa digarap karena kekurangan air", tutur Kiyai Matin.
Dirinya pun menekankan bahwa investasi sebesar apapun tidak akan memberi manfaat Bagi masyarakat, jika tidak dibarengi dengan penegakkan hukum.
"Investasi besar-besaran Tanpa diimbangi penegakan dan supremasi hukum, tidak akan berdampak positif Bagi masyarakat banten", lanjutnya.
Tak berhenti disitu, Kiyai yang saat ini menjabat sebagai ketua Majelis Pesantren Salafiah pun menilai situasi politik menjelang pilgub Banten yang akan dihelat pada tahun 2017 mendatang.
"Situasi politik menjelang pilgub Banten, jauh Dari harapan masyarakat. Bakal calon gubernur itu harusnya punya konsep jelas untuk membangun banten. Jangan hanya modal pencitraan saja" - tegasnya.
Sementara itu menurut Yadi, Redaktur Kabar Banten yang juga salah satu pembicara dalam dialog tersebut, mengungkapkan bahwa Pilgub Banten harus menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
"Ada 12 proyek nasional di Banten. Pilgub 2016 harus menghasilkan pemimpin yang punya kualitas", Ungkap Yadi.
Senada dengan Kiyai Matin Dan Yadi, perwakilan Aktivis Banten yakni Usep Saefudin mengaku Sudah sangat geram dengan kondisi Banten yang semakin mengkhawatirkan saja.
"15 tahun berdiri, Arah pembangunan di Provinsi Banten masih tidak jelas. Jadi metropolitan, wilayah industri, atau Apa?", Cetus Usep dalam dialog yang dihadiri puluhan anggota organisasi mahasiswa tersebut. (Kahfi/PN06)
-
Sabtu, 27/10/2018 12:00 WIBGubernur Disambut Hangat Kyai & Santri Ponpes Darel Azhar Lebak
-
Senin, 22/10/2018 11:15 WIBPekan TTG 2018, Banten Juara I Posyantek Tingkat Nasional
-
Rabu, 17/10/2018 16:45 WIB
Musrembang Regional Jawa-Bali, WH Paparkan Hubungan Industri dan Sekolah di Banten