Unjuk Rasa Tuntut Netralitas Penyelenggara Pilgub Banten 2017 Berakhir Ricuh

Serang, Progresnews.com -- Ratusan massa dari berbagai elemen terpaksa harus dibubarkan polisi, lantaran menggelar aksi unjuk rasa menuntut netralitas penyelenggara pemilu dalam gelaran Pilgub Banten 2017 mendatang, secara anarkis.

Bahkan, beberapa orang terluka akibat pukulan polisi dan tembakan gas air mata. Korban langsung dievakuasi oleh ambulans yang telah bersiaga, dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kejadian tersebut merupakan gladi resik simulasi pengamanan Pemilihan Gubernur Banten yang akan digelar 15 Februari 2017 mendatang., yang dilakukan oleh kepolisian Polres Serang.

Dalam pengamanan tersebut, 300 personil kepolisian diterjunkan guna mengamankan proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017.

"Kita sengaja ciptakan situasi terjelek dan kita harus siap dengan situasi itu, tapi kalau personil dari Polres Serang kurang kami akan meminta bantuan dari Polda Banten," kata Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifudin, Selasa (23/8).

Dari 300 personil kepolisian itu terdiridari berbagai kesatuan diantaranya, Sabhara, Satreskrim, Satlantas, dan Brimob. Rencananya simulasi tersebut akan dilakukan besok, Rabu 24 Agustus 2016 pagi hari.

Nunung melanjutkan, titik vital dalam Pilkada serentak nanti diantaranya kantor KPU, Bawaslu, dan seluruh kantor penyelenggara pemilu baik di kecamatan maupun di desa.

"Seperti kantor KPU dan Bawaslu menjadi titik prioritas kita dalam pengamanan. Sementara untuk TPS kita sudah tempatkan personil," pungkasnya. (Iqbal/Haedi)

TAG politik