Jakarta, Progresnews.com -- Diberlakukannya status Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), membuat penguasaan akan bahasa bahasa asing menjadi salah satu hal yang sangat penting dimiliki oleh sumber daya manusia Indonesia. Namun, keterbatasan media belajar, finansial dan waktu kadang membuat seseorang malas untuk mempelajarinya.
Ditengah kondisi itu, salah satu anak muda Indonesia, Tyovan dan rekan-rekannya akhirnya mengembangkan sebuah aplikasi belajar bahasa asing yang dinamainya Bahaso.com. Aplikasi berbasis digital ini bisa dinikmati oleh pengguna telepon pintar hanya dengan mendownloadnya di toko aplikasi. Meskipun, hingga saat ini aplikasi yang akan meningkatkan kemampuan bahasa asing ini, masih belum sempurna dan baru bisa dinikmati dalam versi beta.
Prinsip aplikasi Bahaso.com yang dikembangkan adalah media sosial, yang membedakan dengan facebook dan sebagainya, aplikasi ini mengembangkan skema belajar bahasa asing. Dengan begitu Bahaso.com diharapkan dapat menjangkau pengguna internasional, tidak sebatas dari Indonesia.
Bahaso.com menyusun tiga metode agar aplikasi belajar bahasa asing ini berjalan. Metode dasarnya adalah ‘learning by content ’. Dengan metode ini, pengguna bisa mempelajari berbagai materi yang dikemas semenarik mungkin, seperti dengan permainan dan kuis. Aplikasi ini memang berusaha memberikan pengalaman asyik dalam proses belajar bahasa asing. Sebab itu, pilihan warna dan grafis juga didesain dengan warna yang fun. Seperti karakter panda imut yang menjadi maskotnya.
Metode kedua adalah ‘learning by community’ . Belajar bahasa tentu tidak cukup dengan mendalami teori karena kefasihan berbahasa asing terbentuk melalui praktik yang intensif. Melalui metode ‘learning by community’, pengguna bisa berinteraksi dengan penggguna lain dengan platform yang disediakan Bahaso. Orang Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris, misalnya, bisa melakukan chatting , maupun video call dengan orang Amerika. Sebab ada fitur sosial media di aplikasi ini.
Metode kedua ini, tidak hanya terbatas pada orang yang ingin belajar bahasa Inggris. Bahaso menerapkan gamification untuk membuat orang mau menerima video call , atau membalas chatting dari pengguna lain yang melakukan permintaan.
Metode yang ketiga adalah ‘ learning by teacher ’. Fitur ini bisa didapatkan secara opsional. Selain praktik melalui metode media sosial, pengguna yang ingin belajar langsung dengan pengajar bahasa yang profesional pun bisa difasilitasi.
Metode ini, menurut Tyovan nyaris-nyaris sama dengan Gojek, yang sedang marak. Bahaso.com bisa mempertemukan murid dan guru. Harga persesinya ditentukan oleh guru yang masuk menjadi anggota di Bahaso.com.
Setelah meluncur dalam versi beta pada Agustus lalu, aplikasi ini ditargetkan bisa diluncurkan di iOS dan Android pada awal tahun depan. Saat ini Bahaso.com sudah menggaet tiga ribu pengguna. Kedepan, Tyovan optimistis penggunanya terus tumbuh pesat. (Haedi/PN06)
