Dampak Kurang Gizi, Rata-rata Remaja Indonesia Bertumbuh Pendek

Serang, Progresnews.com – Kurangnya asupan gizi pada anak-anak Indonesia, menjadi salah sau penyebab lambatnya pertumbuhan. Alhasil, anak-anak dan remaja di Indonesia rata-rata bertumbuh pendek

Berdasarkan data dari Kemeterian Kesehatan, hingga tahun 2013 Indonesia masih mengalami gizi buruk sebesar 13,9 persen. Selain itu anak-anak yang bertubuh pendek ( stunting ) akibat gizi buruk mencapai 37,2 persen. Sedangkan Standar tinggi yang dikeluarkan WHO pada remaja (usia 12-17 tahun) di Asia yaitu 150-160 cm untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki yaitu 149-170 cm.

"Jika bayi tidak diberikan ASI Eksklusif dan pemberian makanan pengganti ASI tidak akan berdampak pada proses perlambatan pertumbuhan. Karena itu, anak-anak Indonesia berjarak (cenderung lebih pendek) 10 cm dari standar umum tinggi badan yang ditetapkan WHO," ujar Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, Prof Ali Khomsan menyarankan agar para orangtua harus memahami pedoman umum gizi seimbang di mana pemberian karbohidrat, sayur mayur, lauk pauk harus sejajar dengan olahraga yang cukup.

Pemahaman gizi seimbang sendiri terdapat empat prinsip yaitu bergizi, beragam, seimbang, dan aman. Dengan memahami asupan gizi seimbang, diharapkan pertumbuhan pada anak bisa maksimal

"Bergizi yaitu konsumsi makanan harus dapat memenuhi kebutuhan energi dam gizi harian. Lalu beragam, diaplikasikan dengan pemberian makan yang berbeda jenis agar anak bisa semakin mengenal rasa dan tidak menjadi pemilih makanan saat dewasa kelak," ucapnya.

Prinsip selanjutnya yang harus dipahami para orang tua, yaitu keamanan makanan yang dikonsumsi, yakni terbebas dari kuman, bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga, tercapai berat badan yang ideal dan disarankan agar orangtua mau rutin menimbang berat badan si kecil.

"Prinsip terakhir yaitu aman, di mana makanan yang diberikan harus bebas dari kuman, bahan kimia, dan benda berbahaya lainnya," kata dia. (Viva/haedi)